Sabtu, 11 April 2026

ANGIN PUTING BELIUNG DI BINTAN

Kesaksian Yamin saat Angin Puting Beliung Terjang Rumahnya di Desa Berakit Bintan

Muhammad Yamin menjadi korban terdampak bencana angin puting beliung di Desa Berakit, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan.

Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
Dok.warga Desa Berakit untuk Tribun Batam.id
ANGIN PUTING BELIUNG  -Sejumlah warga bantu perbaiki atap rumah korban yang terdampak angin puting beliung di di RT 02, RW 01 Desa Berakit, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (3/5/2025) 

BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Muhammad Yamin, menjadi korban terdampak bencana angin puting beliung di Desa Berakit, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan.

Rumahnya di RT 02, RW 01, Desa Berakit Bintan itu, kini alami kerusakan di bagian atap setelah diterjang angin puting beliung disertai hujan deras, Sabtu (3/5/2025).

Beruntung nyawanya masih selamat, begitu pula dengan anak dan istrinya.

Mereka berhasil keluar rumah saat angin puting beliung menerjang rumah mereka.

Baca juga: Angin Puting Beliung di Batam Rusak Perumahan Renggali, Developer Beri Hunian Sementara Buat Korban

"Itu kejadiannya kurang lebih pukul 12.45 WIB. Awalnya hujan deras terjadi di Kabupaten Bintan," cerita Yamin, Minggu (4/5/2025).

Dia menceritakan siang itu suasana lengang. Warga setempat, termasuk ia dan keluarganya banyak yang sedang beristirahat. Apalagi kala itu hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Berakit. 

Yamin mengaku sempat melihat angin puting beliung itu. 

"Saya hanya sekilas melihat angin berputar kencang. Soalnya kejadian mendadak," ujarnya.

Hal yang membuatnya heran, hanya rumahnya saja yang terkena angin puting beliung itu.

Sebagai informasi, di sekitar rumahnya ada beberapa rumah lain yang letaknya cukup dekat. 

"Barang kali ini adalah nasib saya," lanjutnya. 

Dia bersyukur angin tidak merusak seluruh rumahnya. Hanya atap saja. 

"Alhamdulillah Pemerintah Desa Berakit dan warga membantu perbaikan atap yang rusak. Sehingga kami tidak mengungsi," ujarnya.

Pemerintah Desa Berakit melakukan respons cepat dengan membantu asbes. 

"Peristiwa ini membuat saya mengalami kerugian jutaan rupiah," katanya. 

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved