PARKIR DI BATAM

Parkir Liar di Pusat Kota Batam Ditertibkan, Wilayah Sagulung dan Batuaji Belum Tersentuh

Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Kepri beberapa hari terakhir terus berupaya untuk melakukan penertiban premanisme di lapangan. Khususnya parkir liar

Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
TribunBatam.id/Ian Pertanian
PARKIR DI BATAM - Kondisi pasar kaget di Sei Langkai, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepri, Selasa (28/4/2020). Warga berharap penertiban juru parkir liar di Batam tidak hanya digelar di pusat kota, tetapi juga menyasar hingga pinggiran kota 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Kepri melakukan penertiban premanisme di lapangan, dalam beberapa hari terakhir. Khususnya parkir liar yang selama ini meresahkan masyarakat.

Namun belum semua wilayah di Batam tersentuh penertiban yang dilaksanakan Polda Kepri itu.

Di antaranya wilayah Sagulung dan Batuaji.

Pantauan di lapangan, wilayah Sagulung dan Batuaji cukup banyak titik yang digunakan sebagai lokasi pasar tumpah atau akrab dikenal di Batam, pasar kaget.

Pasar kaget yang ada di Sagulung dan Batuaji diketahui dikelola oleh oknum-oknum tertentu mengatasnamakan organisasi dan untuk kepentingan masyarakat.

Namun yang paling membuat warga resah, ada petugas parkir di lokasi, bermodalkan baju dinas juru parkir yang selama ini digunakan oleh petugas parkir di Batam.

Hampir di semua lokasi pasar kaget di Batuaji, baik yang buka pagi hari dari pukul 06.00-10.00 WIB dan dari pukul 14.00 WIB hingga malam hari, selalu ada tukang parkir.

Parahnya, tukang parkir yang ada bukan hanya satu orang, tetapi tergantung lokasi pasar kaget yang ada.

Seperti pasar kaget di Simpang Tobing Batuaji. Ada beberapa lokasi parkir di sana. Yang paling meresahkan warga, setiap pindah kendaraan wajib bayar parkir.

"Ya kalau kita tiga kali pindahkan, kita harus bayar tiga kali," kata Delia, warga Batuaji, Sabtu (10/5/2025).

Bukan hanya itu, petugas parkir tidak bertanggung jawab atas kejadian di lapangan. 

"Saya pernah alami kehilangan helm di lokasi parkir. Petugas parkirnya malah bilang, mereka hanya merapikan kendaraan. Urusan kendaraan adalah urusan pemilik motor," ujarnya.

Delia pun mengaku, dia sangat jarang diberikan karcis parkir oleh petugas parkir di pasar kaget yang ada di Batuaji dan Sagulung.

"Kalau di Batuaji dan Sagulung inikan pagi dan sore selalu ada pasar kaget hanya saja lokasinya pindah-pindah," kata Delia.

Sartika, warga Sagulung mengatakan, dirinya kerap kesal melihat petugas parkir di pasar kaget yang ada di Sagulung dan Batuaji. Pasalnya, petugas selalu memaksa pengunjung untuk membayar parkir.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved