JUDI ONLINE
Dakwaan Jaksa, Budi Arie Terima Setoran Judi Online Pakai Kode Khusus
Budi Arie disebut mendapatkan jatah setoran judi online dengan kode khusus saat menjabat Menkominfo. Projo membantah
TRIBUNBATAM.id - Sidang perkara judi online di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (14/5/2025) mengungkap peran Budi Arie Setiadi saat menjabat Menkominfo.
Sidang judi online menghadirkan terdakwa masing-masing atas nama Zulkarnaen Apriliantony (Terdakwa I) Adhi Kismanto (Terdakwa II), Alwin Jabarti Kiemas (Terdakwa III), dan Muhrijan alias Agus (Terdakwa IV).
Dalam berkas dakwaan, Jaksa menyebut Budi Arie ikut memperoleh alokasi 50 persen dari setoran pengamanan situs judi online (judol).
Namun, Budi Arie menolak berkomentar terkait dugaan keterlibatan dirinya dalam kasus judol di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Terungkap adanya kode jatah setoran.
Alwin yang bertugas sebagai bendahara yang mengatur pembagian uang hasil penjagaan situs perjudian, yang memberikan kode tersebut.
Kode bagian untuk Budi Arie dimaksud adalah ”Bagi PM”.
Selain itu, bagian untuk Budi Arie juga disebut di kode ”CHF” yang merupakan kode bagian untuk Zulkarnaen ditambah bagian untuk Budi Arie.
Dalam dakwaan disebutkan pula bahwa antara Mei hingga Oktober 2024, sebanyak 20.192 situs perjudian diamankan dari pemblokiran oleh Kemenkominfo dengan jumlah imbalan Rp 171,11 miliar.
Saat Tribunnews.com mencoba mengonfirmasi kepada Budi Arie Setiadi, yang bersangkutan menolak berkomentar.
Budi Arie sebelumnya pernah memberikan keterangan sebagai saksi dalam kasus judi online di lingkup Komdigi itu.
Keterangan itu disampaikannya usai ia menjalani pemeriksaan selama beberapa jam di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (19/12/2024)
"Sebagai warga negara yang taat hukum, saya wajib membantu pihak kepolisian dalam hal memberikan keterangan yang diperlukan dalam penuntasan kasus judi online di lingkungan Komdigi,” ungkapnya.
Persoalan pemberantasan judi online, menurutnya, persoalan bersama.
Budi Arie yang kini menjabat Menteri Koperasi di Kabinet Merah Putih menekankan perlunya konsistensi dan kebersamaan dalam upaya perlindungan masyarakat dari ancaman judi online.
“Terkait substansi keterangan yang saya silakan dikonfirmasi kepada pihak penyidik yang berwenang,” jelas dia.
Budi Arie Diduga Dapat Jatah
Setelah bekerja di Kominfo, Adhi Kismanto bekerja sama dengan Zulkarnaen dan seorang pegawai Kemenkominfo.
Mereka lantas memulai aksi penjagaan website judol.
Dari praktik terlarang itu, jaksa menyebut Budi Arie mendapat jatah.
Mereka sempat bertemu di sebuah kafe di wilayah Senopati untuk membahas besaran biaya penjagaan situs judol.
Dari pertemuan itu didapat kesepatan mematok harga Rp 8 juta untuk setiap laman judol.
Dalam pertemuan yang sama, mereka turut membagi persentase jatah dari duit penjagaan situs judol.
”Pembagian untuk Terdakwa Adhi Kismanto sebesar 20 persen, Terdakwa Zulkarnaen Apriliantony sebesar 30 persen, dan untuk saudara Budi Arie Setiadi sebesar 50 persen dari keseluruhan website yang dijaga,” papar jaksa.
Budi Arie Setiadi disebut pernah bertemu Zulkarnaen Apriliantony dan Adhi Kismanto di rumah dinas menteri komplek Widya Chandra, Kebayoran Baru, Senayan, Jakarta Selatan.
"Pada tanggal 19 April 2024 Terdakwa II Adhi Kismanto menerima informasi bahwa Menteri Kominfo memberikan arahan untuk tidak melakukan penjagaan website perjudian di lantai 3," kata jaksa membacakan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu.
Setelah pertemuan di Widya Chandra, Budi Arie memberi persetujuan kepada Zulkarnaen Apriliantony dan Adhi Kismanto untuk pindah kerja di lantai 8 bagian pengajuan pemblokiran.
Masih pada April 2024, Adhi Kismanto dan Samsul kembali bertemu dengan Zulkarnaen Apriliantony di Per Grams Crafted Grill & Smoke, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Pada pertemuan tersebut, Zulkarnaen Apriliantony menyampaikan bahwa penjagaan website perjudian sudah diketahui Budi Arie.
"Namun Terdakwa I Zulkarnaen Apriliantony sudah mengamankan agar penjagaan website perjudian tetap dapat dilakukan karena Terdakwa I Zulkarnaen Apriliantony merupakan teman dekat saudara Budi Arie Setiadi," lanjut Jaksa.
Tanggapan Projo
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Projo, Handoko, mengatakan publik bisa mengecek fakta dan pemberitaan bagaimana Budi Arie berada di garis depan dalam memberantas judi online.
Ia mengatakan, surat dakwaan yang ditulis di media massa jelas disebutkan bahwa alokasi sogokan untuk tidak memblokir sejumlah situs judi online adalah kesepakatan para terdakwa.
"Surat dakwaan menyebut para terdakwa mengalokasikan 50 persen untuk Budi Arie. Sedangkan sisanya dengan persentase berbeda untuk para terdakwa," kata Handoko dalam keterangannya, Sabtu (17/5/2025).
Dakwaan JPU, kata Handoko, tidak menyebutkan Budi Arie tahu, apalagi menerima uang haram tersebut.
Sehingga, menurutnya, Budi Arie tidak tahu soal pembagian sogokan itu, apalagi menerimanya baik sebagian maupun keseluruhan.
"Kesaksian itu juga yang dijelaskannya ketika dimintai keterangan oleh penyidik Polri," jelas Handoko.
Handoko mengatakan framing jahat untuk menghancurkan seseorang biasanya dibangun dari informasi atau data yang tidak utuh, ditambah pesan subyektif insinuatif.
"Keutuhan informasi menjadi penting untuk memahami persoalan. Maka penjelasan ini saya sampaikan agar publik memahami," tegasnya.
"Setop narasi sesat dan framing jahat untuk mendiskreditkan siapapun, termasuk bagi Budi Arie Setiadi. Kegaduhan akibat pembelokkan fakta sangat merugikan masyarakat," katanya.
Handoko juga meminta agar tidak membelokkan fakta untuk membunuh karakter Budi Arie.
"Proses hukum sedang berjalan di pengadilan yang terbuka untuk umum."
"Jangan belokkan fakta hukum dengan asumsi yang tidak faktual, apalagi framing jahat untuk membunuh karakter Budi Arie Setiadi," imbuh dia.
(Tribunnews.com/Nuryanti/Abdi Ryanda Shakti/Reynas Abdila/Whiesa Daniswara)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Nama Budi Arie Muncul dalam Dakwaan Kasus Judol: Jaksa Ungkap Peran hingga Kode Jatah Setoran
| Cara Licik Pelaku Muluskan Judi Online di Indonesia, Penyamaran Polisi Sukses Bongkar Kejahatan |
|
|---|
| Istri Makelar Judi Online Pakai Uang Haram Belanjar Barang Mewah, Suami Klaim Utusan Kominfo |
|
|---|
| Polisi Tangkap Tersangka Baru Judi Online Oknum Pegawai Komdigi |
|
|---|
| Keanehan Tersangka Beking Judi Online, AK Ternyata Tak Lulus Tes Masuk Pegawai Komdigi |
|
|---|
| Suasana Mencekam saat Polisi Geledah Kemkomdigi soal Judi Online |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1805-Budi-Arie.jpg)