Sabtu, 11 April 2026

Ritual Pesugihan Berujung Maut, Kepsek Tewas Usai Minum Air dari Kawannya

Seorang kepala sekolah asal Magelang, Jawa Tengah dibunuh teman sesama pelaku ritual pesugihan di sebuah hutan di Kebumen, Jawa Tengah.

POLRES KEBUMEN
PEMBUNUHAN - Ungkap kasus pembunuhan terhadap MU (55), kepala sekolah asal Magelang. Terungkap jika korban tewas seusai diracun oleh pelaku yang saat itu sama-sama sedang menjalani ritual pesugihan di Kebumen. 

TRIBUNBATAM.id - Ritual pesugihan berujung maut. Seorang kepala sekolah asal Magelang, Jawa Tengah dibunuh teman sesama pelaku ritual pesugihan di sebuah hutan di Kebumen, Jawa Tengah.

Kepala sekolag itu berinisial MU. 

MU ditemukan tewas pada Senin (19/5/2025) di Petilasan Pagar Suruh, Desa Kambangsari, Kecamatan Kebumen, dalam kondisi tubuh rusak dan tanpa identitas.

Jenazahnya ditemukan seorang warga yang sedang menggembala kambing.

Kurang dari 1x24 jam polisi dari Polres Kebumen bisa mengungkap kasus tewasnya seorang kepala sekolah. Korban tewas diracun oleh pelaku saat bersama-sama menjalani ritual pesugihan.

Pelaku sakit hati dan dendam karena pernah dihina tak bisa kaya meskipun sudah beberapa kali menjalani ritual pesugihan.

Motif di balik pembunuhan MU (55), seorang kepala sekolah asal Magelang, akhirnya terungkap.

Pelaku berinisial WH (27), warga Desa Kalirancang, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen meracuni korban karena sakit hati, dihina saat mengikuti ritual pesugihan yang tak kunjung memberi hasil.

Menurut Kapolres Kebumen, AKBP Eka Baasith Syamsuri, pelaku menyimpan dendam lama terhadap korban karena merasa direndahkan.

MU pernah mengejek WH yang gagal mendatangkan kekayaan setelah menjalani ritual pesugihan bersama.

“Korban diduga pernah meremehkan pelaku dengan menyebut WH tidak mampu mendatangkan kekayaan melalui ritual tersebut,” ungkap Kapolres AKBP Eka Baasith Syamsuri seperti dilansir dari Kompas.com, Jumat (23/5/2025).

Meski pernah dihina, WH masih menerima ajakan MU untuk kembali melakukan ritual pada Kamis (15/5/2025).

Namun ajakan itu dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksi balas dendam.

Dalam persiapan ritual di lokasi petilasan, pelaku mencampurkan racun ke dalam air mineral yang disamarkan sebagai air bunga ritual. 

“Air beracun itu kemudian diberikan kepada korban,” terang Kapolres. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved