Selasa, 19 Mei 2026

PEMBUNUHAN DI SERANG

Pembunuhan di Serang, Wadison Pasaribu Sengaja Pukul Pipi Pakai Ulekan agar Terlihat Memar

Tindakan Wadison Pasaribu ini merupakan bagian dari skenario kasus pembunuhan Petry Sihombing agar terlihat seperti perampokan.

Tayang:
HO Tribunbanten/ Dok Warga
SUAMI-Wadison Pasaribu saat menangisi kepergian istrinya Petry Sihombing di Puri Anggrek, Kota Serang, Banten, Minggu (1/6/2025). Setelah polisi melakukan penyelidikan, diketahui Wadison adalah pembunuh istrinya dengan merekayasa terjadinya perampokan. 

TRIBUNBATAM.id -  Wadison Pasaribu sengaja memukul pipinya menggunakan ulekan agar terlihat memar.

Tindakan Wadison Pasaribu ini merupakan bagian dari skenario kasus pembunuhan Petry Sihombing agar terlihat seperti perampokan.

Wadison Pasaribu adalah suami Petry Sihombing.

Ia membunuh istrinya di Puri Anggrek Serang Blok G 10 Nomor 11, Serang, Banten, Minggu, (1/6/2025).

Selain itu, Wadison Pasaribu mengaku merekayasa pembunuhan istrinya seakan-akan seperti kasus perampokan karena panik.

Sebab, saat mengetahui korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa, ada jeda satu jam untuk menjalankan skenarionya. 

"Saat kejadian saja (muncul ide membuat kasus pembunuhan menjadi perampokan) karena sudah panik. Saya merekayasa," kata Wadison di Mapolres Serang Kota dengan kaus tahanan berwarna oranye, Kamis (5/6/2025).

Skenario yang dibuat Wadison pertama adalah merusak engsel pintu samping rumahnya di Perumahan Puri Anggrek, Walantaka, Kota Serang, menggunakan obeng dan bencong.

Upaya itu dilakukan agar seolah-olah ada dua orang pelaku pencurian yang masuk ke dalam rumah untuk mencuri.

Selanjutnya, tersangka mengacak-acak barang di ruang tengah dan kamar serta menyimpan dompet di ruangan tengah dalam kondisi kosong.

Hal itu dilakukan agar terkesan pelaku perampokan mencari dan mengambil barang berharga penghuni rumah.

Kemudian, Wadison juga rela melukai dirinya sendiri menggunakan ulekan ke arah pipinya sampai terlihat memar.

Lalu, ia memukulkan ulekan dari batu ke arah belakang kepalanya agar ada memar dan membuat luka di leher seperti luka cekikan.

Agar menyempurnakan rekayasanya, Wadison kemudian mengikat tangan dan kakinya menggunakan tali tambang dan tali trip.

Terakhir, tubuhnya dimasukkan ke dalam karung besar dengan posisi tertidur.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved