Wanita Tewas usai Disekap Teman Sendiri, Tangan Diikat Mata Ditutupi Kerudung

Siti Maria (48) tewas usai disekap temannya sendiri inisial N di lingkungan Sumampir, Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Banten

TribunBanten.com/Muhammad Uqel A
Polisi ungkap fakta-fakta pembunuhan Siti Maria (48) warga lingkungan sambirata, kelurahan cibeber, kecamatan cibeber, Kota Cilegon, Banten. 

TRIBUNBATAM.id - Siti Maria (48) tewas usai disekap temannya sendiri inisial N di lingkungan Sumampir, Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Banten.

Kepada polisi, N mengaku sakit hati dengan Siti Maria.

Dalam menjalankan aksinya, N dibantu S yang kebetulan datang ke rumah N untuk meminjam uang.

Kepala Satreskrim Polres Cilegon AKP Hardi Meidikson Samula mengatakan, kronologi peristiwa pembunuhan tersebut bermula pada saat korban dihubungi oleh terduga pelaku berinisial N, agar datang ke rumahnya untuk mengambil uang pinjaman dari korban.

"Kaki diikat pakai lakban, tangan diikat dengan tali putih, dan mata ditutup pakai kerudung milik pelaku, itu dilakukan oleh rekannya dan dibantu oleh seseorang berinisial G yang saat itu diminta bantuan oleh pelaku, dan si pelaku menduduki badan korban hingga akhirnya korban tak sadarkan diri," ujar Hardi.

Sebenarnya korban dan N sudah saling kenal.

N meminta Siti Maria untuk datang ke rumah mengambil uang.

Korban kemudian masuk ke dalam rumah pelaku, dan duduk di kursi meja makan.

Saat itu, kata Hardi, pelaku dengan korban sempat cekcok adu mulut.

Tidak lama setelah itu korban disekap, dengan cara kaki diikat menggunakan lakban, dan mata ditutup menggunakan kerudung yang dikenakan pelaku.

N saat itu menyekap korban dibantu oleh rekannya berinisial S.

Saat itu, S datang ke rumah N meminjam uang untuk membayar rumah kontrakannya.

N kemudian mau meminjamkan uang kepada S, dengan syarat harus membantu dirinya yang hendak memberikan pelajaran kepada korban.

"Jadi saat korban sudah di rumah terduga pelaku, sempat cekcok adu mulut dan tak lama pelaku menyekap korban dibantu oleh rekannya berinisial S," kata Hardi kepada awak media, Senin, (16/6/2025).

Dikatakan Hardi, terduga pelaku juga sempat meminta bantuan seseorang yang berada tak jauh dari rumahnya itu dengan alasan bahwa korban telah mengambil uang SPP anaknya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved