Dermaga di Seri Kuala Tanjung Bintan Makin Rusak, Warga Cemas Melintas

Pelabuhan ini sudah menjelma sebagai pusat kegiatan masyarakat seperti lari, bersepeda, dan memancing.

TribunBatam.id/ Ronnye Lodo Laleng
DERMAGA RUSAK DI BINTAN - Masyarakat di Bintan saat beraktivitas di dermaga Pelabuhan Seri Kuala Tanjung, Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri yang kian memprihatinkan. Foto diambil baru-baru ini. 

TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Kondisi dermaga di Pelabuhan Seri Kuala Tanjung, Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri makin rusak.

Pelabuhan di Bintan ini terletak di lokasi yang stategis karena dekat dengan Kawasan Bintan Industrial Estate (BIE), Lobam.

Meskipun sempat digunakan dalam waktu sebentar untuk pelayaran speedboat dari Batam tujuan Tanjungpinang, tapi sayangnya setelah itu tidak pernah difungsikan lagi.

Kondisi dermaga sekarang makin rusak dan sangat memprihatinkan. 

Kondisi pagar besinya sudah berkarat, bahkan hilang sehingga sangat membahayakan keselamatan pengunjung. 

Seorang warga Bintan, Agus mengatakan, dia sangat takut melintas di sana.

Baca juga: Dermaga Semelur Berakit Masuk Usulan Musrembang Tingkat Kepri, Ini Kata Wabup Bintan 

"Pas lewat di sana saya pasti pelan-pelan, takut jatuh," katanya, Jumat (4/7/2025).

Dia juga takut jika musim hujan , takut meleset dan jatuh.

Kepala Desa Teluk Sasah, Suhairry Sembiring meminta perhatian dari pihak terkait untuk melakukan peremajaan dermaga karena kondisinya yang makin memprihatinkan. 

Pelabuhan ini sudah menjelma sebagai pusat kegiatan masyarakat seperti lari, bersepeda, dan memancing.

Karena itu, ia khawatir akan keselamatan pengunjung terutama karena pagar besi sudah berkarat dan hilang di beberapa bagian. 

Ia mengimbau pengunjung terutama yang membawa anak-anak untuk lebih berhati-hari saat beraktivitas di dermaga.

Baca juga: BB 2 Ton Sabu dari MT Sea Dragon Dipindahkan, Dermaga Bea Cukai Batam Masih Dijaga Ketat

Kadis Perhubungan Kepri, Junaidi menjelaskan, aset pelabuhan awalnya milik Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), kemudian diserahkan ke Kementerian Perhubungan tapi sekarang sudah diserahkan kembali ke Pemerintah Provinsi Kepri. 

Ia mengatakan, awalnya pelabuhan sempat dioperasikan untuk pelayaran speedboat dari Telagapunggur, singgah di Lobam lalu menuju ke Tanjungpinang, tapi setelahnya pelabuhan tidak dioperasikan lagi sampai saat ini.

Pemerintah daerah akan melakukan kajian untuk pengembangan pelabuhan karena lokasinya berpotensi untuk kegiatan bongkar muat dan letaknya stategis dekat Kawasan BIE, Lobam.

Karena belum dioperasikan lagi, Junaidi mengimbau kepada masyarakat yang mengunjungi dermaga di pelabuhan tersebut agar lebih waspada. (TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng)

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved