BERITA VIRAL

Tiga Pemuda Gen Z Buktikan Diri Jadi Perangkat RT, Programnya Langsung Viral Bikin Warga Melongo

Awalnya dianggap cuma modal gaya dan diremehkan warga karena usianya masih 19 tahun, Ketua RT Gen Z di kawasan Jakarta Utara ini sukses

Editor: Eko Setiawan
Kolase Tribun Jakarta/Gerald Leonardo Agustino/Kompas.com, Hafizh Wahyu Darmawan
SOSOK KETUA RT GEN Z - Sahdan Arya Maulana, pemuda 19 tahun yang menjabat sebagai ketua RT 07 RW 08 Kelurahan Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara. Awalnya dianggap cuma modal gaya diremehkan warga karena usianya masih 19 tahun, Ketua RT Gen Z di Jakarta Utara ini sukses membungkam kritik warga. 

Pembuktian pertama dilakukan saat Sahdan berhasil mengalahkan pesaingnya.

Ia berhasil mengumpulkan suara terbanyak dibanding lawannya.

“Jalur voting kita. Kemarin juga sempat ada lawannya. Terus juga hasil suaranya ya sangat jauh sekali. Lawannya 17, saya 126. Jadi kayak 1 banding 10 gitulah,” katanya.

Sahdan mengaku pencalonannya sebagai Ketua RT didorong oleh keinginan untuk terlibat aktif membangun lingkungan.

Program Ketua RT Gen Z Viral

Setelah terpilih, ia langsung bergerak menangani persoalan jalan rusak akibat dilintasi truk urukan. 

Pengecoran jalan dilakukan beberapa hari setelah kejadian, dengan anggaran Rp 23 juta dari swadaya pengurus RT.

"Ya, memang sebelumnya dari program saya itu kan pengecoran, pembangunan dan juga awalnya itu memang saya melakukan pengecoran itu rencana sebulan ke depan," kata Sahdan Arya saat ditemui di lokasi, Minggu (13/7/2025).

"Tapi karena saat itu ada kejadian truk terguling di situ. Dan sehingga mengakibatkan jalan hancur, maka malam itu kita perbaiki langsung," jelasnya.

Jalan permukiman yang diperbaiki itu berlokasi di Jalan Kelapa Hijau, RT 07 RW 08 Rawa Badak Selatan.

Menurut Sahdan, perbaikan berupa pengecoran jalan yang rusak sepanjang 100 meter itu hasil swadaya masyarakat.

Merogoh kocek Rp 20 juta, biaya perbaikan jalan dihasilkan dari patungan warga dan biaya operasional sebagai RT yang sama sekali tak digunakannya untuk hal lain.

"Ada yang sebagian dari swadaya dan dari kita. Nah dari kita itu, biaya operasional kita itu semua kita alihkan ke pembangunan semua. Jadi kita selama dua bulan ini tidak pernah ngambil biaya BOP sepeserpun," ucap dia.

Kini, Sahdan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk para penasihat dan tokoh sesepuh lingkungan.

Ia mengaku memasang target agar seluruh infrastruktur wilayah RT-nya bisa tertata dalam lima tahun ke depan. 

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved