BKKBN KEPRI
BKKBN Kepri Gelar Rakorda, Bahas Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting
Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau menggelar Rapat koordinasi daerah (Rakorda) di Lantai 4, Kantor Gubernur, Dompak
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Agus Tri Harsanto
TRIBUNBATAM.idTANJUNGPINANG- Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau menggelar Rapat koordinasi daerah (Rakorda) di Lantai 4, Kantor Gubernur, Dompak, Tanjungpinang, Kamis (17/07/2025).
Rakorda ini membahas Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting.
Kepala BKKBN Kepri, Rohina mengatakan, bahwa Rakorda bertujuan untuk mengevaluasi hasil kinerja tahun 2024.
“kemudian menyesuaikan untuk program kerja tahun 2025 dan perencanaan tahun 2026 yang akan datang,”ucapnya.
Selain itu, Rakorda ini juga mendorong percepatan implementasi program Quick Wins kementerian di daerah.
“Kita juga mengidentifikasi inovasi dan best practices di tingkat daerah untuk direplikasi secara nasional,”ujarnya.
Ia juga menyampaikan, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN telah mencanangkan lima program prioritas (Quick Wins) yang berorientasi pada dampak nyata di masyarakat.
Diantaranya,GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), Aplikasi Konsultasi Keluarga Berbasis AI (Akal Imitasi), dan
SIDAYA (Lansia Berdaya).
Kelima program tersebut, lanjut Rohina, dirancang untuk menjawab kebutuhan strategis dan operasional pembangunan keluarga di lapangan dengan pendekatan lintas sektor, berbasis data, serta didukung oleh teknologi dan inovasi.
Namun, keberhasilan implementasi Quick Wins tersebut sangat bergantung pada sinergitas antar level pemerintahan dan penguatan lini lapangan.
Sebab, sebanyak dan sebesar apa pun program dirancang di tingkat pusat, keberhasilannya akan ditentukan oleh seberapa efektif diterjemahkan dan dilaksanakan oleh petugas di tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga desa.
“Lini lapangan menjadi tulang punggung pelaksanaan kebijakan di masyarakat,”ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Kepri yang diwakili Asisten l, Arif Fadillah menyampaikan apresiasi kepada BKKBN, sebab programnya membantu kebijakan pemerintah daerah.
“Jadi programnya sebenarnya program kita tapi di bantu oleh BKKBN. Dan BKKBN ini memberikan uang malah kepada kabupaten kota supaya turun ke lapangan,”ucap Arif.
Kemudian, Arif juga mengatakan, tahun kemarin, kabupaten Bintan yang paling tertinggi realisasinya, 97,2 persen.
“itu tanda komitmen bersama perkerjaan ini harus semua pihak, semua instansi, semua kementerian/lembaga ikut mendukung kebijakan ini. Dan semua sudah di arahkan dari pemerintah pusatnya untuk membantu kebijakan-kebijakan dalam rangka penurunan stunting, peningkatan gizi dan lain-lainnya untuk anak kita kedepan,”ucapnya.
| Rakorda Bangga Kencana Kepri 2026 di Batam Hasilkan Rumusan Program, PJPK Jadi Atensi |
|
|---|
| BKKBN Kepri Tuntaskan 224,82 Persen Target Pengentasan Stunting dari Kementerian |
|
|---|
| BKKBN Kepri Gelar Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan KB di Dabo Singkep Lingga |
|
|---|
| 21 Sekolah Lansia BKKBN Kepri jadi Motor Program SIDAYA |
|
|---|
| BKKBN Kepri Ajak Masyarakat Sukseskan PK-25, Kemendukbangga Perpanjang Hingga 31 Agustus 2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/KemendukbanggaBKKBN-Perwakilan-BKKBN-Provinsi-Kepulauan-Riau.jpg)