Rabu, 3 Juni 2026

TONGKANG TABRAK RUMAH WARGA DI BATAM

Cerita Warga Dapur 12 Batam saat Tongkang Hantam Keramba dan 4 Rumah Warga

Warga Dapur 12 Batam mengungkap kesaksian saat tongkang menghantam keramba dan sedikitnya 4 rumah warga hingga rusak pada Rabu (13/8/2025) dini hari.

Tayang:
Foto Warga Dapur 12 untuk Tribun Batam
TONGKANG TABRAK RUMAH WARGA BATAM - Tongkang Bahtera Mulia G-502 yang hanyut hingga merusak keramba dan rumah warga di Dapur 12, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepri, Rabu (13/8/2025) sekira pukul 01.30 WIB. Kondisi terjadi saat hujan deras disertai angin kencang pada Selasa (12/8/2025) malam. MSelain merusak keramba dan sedikitnya 4 rumah warga, tongkang juga merusak kapal nelayan warga setempat. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Morgana, seorang warga Dapur 12, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih mengingat saat tongkang menghantam keramba dan empat rumah warga pada Rabu (13/8/2025) dini hari.

Kondisi cuaca yang ketika angin kencang sekira pukul 01.30 WIB disebut-sebut menjadi penyebab tongkang di Batam itu hanyut hingga merusak keramba dan rumah warga di Dapur 12, Kecamatan Sagulung.

Kondisi angin menurutnya muncul dari arah tempat tongkang lego jangkar.

Ia terbangun dari tidur setelah mendengar suara kencang.

Belakangan, ia baru tahu jika suara kencang itu berasal dari tongkang bernama Bahtera Mulia G-502 menghantam keramba dan rumah warga hingga rusak.

"Kalau kerusakannya masih dihitung ada yang rusak berat dan ada yang rusak ringan," ujarnya.

Morgana tidak mengetahui secara pasti kepemilikan tongkang yang merusak keramba dan sejumlah rumah warga di Batam itu.

Namun informasi dari warga tongkang tersebut milik salah satu PT yang dekat dengan permukiman warga di sana.

"Sekarang tongkangnya sudah terdampar dekat sungai terusan di Putri Hijau," ungkapnya.

Ketua RW Dapur 12, Kecamatan Sagulung, Mansur mengatakan jika tongkang yang menabrak keramba dan rumah warga terjadi sangat cepat saat angin kencang.

Tongkang yang sedang lego tidak jauh dari permukiman warga hanyut hingga menghantam rumah dan keramba warga Dapur 12.

"Ini saya belum tahu berapa rumah warga yang rusak, masih kami hitung. Selain rumah, banyak juga sampan dan kapal nelayan yang ikut dihantam," kata Mansur.

Menurutnya, tongkang tersebut sudah lama lego jangkar dekat permukiman penduduk.

Warga menurutnya sempat mencari boat dan pancung nelayan yang tenggelam akibat dihantam tongkang yang hanyut itu.

Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Penyidik Ditpolairud Polda Kepri kini menangani kasus itu. (TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved