Selasa, 9 Juni 2026

BANJIR DI LINGGA

Dapur Rumah Warga Ambruk Gegara Banjir di Lingga, Yenny Minta Lanjutkan Pembangunan Drainase

Yenny Susilowaty (40), warga Dabo Singkep yang dapur rumahnya ambruk gegara banjir di Lingga berharap proyek drainase dilanjutkan.

Tayang:
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Febriyuanda
BANJIR DI LINGGA - Yenny Susilowaty (40), warga kelurahan Dabo yang dapur rumahnya ambruk gegara banjir di Lingga berharap pembangunan drainase di pinggir rumahnya, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri bisa dilanjutkan, Minggu (24/8/2025). Foto kolase Yenny dan kondisi drainase yang bersinggungan dengan dapur rumahnya. 

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Yenny Susilowaty (40), warga yang terdampak banjir di Lingga berharap pembangunan drainase di pinggir rumahnya bisa dilanjutkan.

Banjir di Lingga tak hanya membuat air menggenangi dalam rumahnya di RT 003/RW 009, Kelurahan Dabo, Kecamatan Singkep, Minggu (24/8/2025) hingga sebetis orang dewasa.

Namun dapur rumah yang ia huni ambruk akibar air parit yang meluap.

Kondisinya terjadi saat hujan deras turun di permukiman penduduk itu.

Air masuk ke dalam rumah, memaksa Yenny dan keluarganya menyelamatkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi.

Yenny terlihat mulai membersihkan rumah saat hujan sempat reda.

Namun, belum sempat tuntas, hujan deras kembali turun hanya 10 menit kemudian dan menyebabkan banjir susulan yang kembali menggenangi rumahnya.

Sejumlah warga pun datang membantu setelah mengetahui kondisi rumah Yenny.

Ia mengatakan bahwa sebelumnya banjir di Lingga tak pernah separah ini.

Namun, sejak ada pembangunan drainase yang belum selesai dan bangunan baru di depan rumah, aliran air jadi meluap langsung ke rumahnya.

"Biasanya memang banjir, tetapi 1 jam lebih baru menggenang, tapi ini baru 10 menit air langsung banjir masuk rumah," ungkap Yenny, saat berada dalam kondisi banjir di rumahnya.

Wanita yang kerap disapa Ayen ini, berharap pembangunan drainase mayor tersebut bisa dilanjutkan.

Sehingga, kondisi parah seperti itu tidak ia rasakan lagi.

Pantauan TribunBatam.id, pembangunan drainase tersebut terhenti persis di belakang rumahnya.

"Untuk sementara dapur ini dilepaskan dulu (bongkar-red)," tambahnya.

Dalam penanganan banjir tersebut, pihak TNI-Polri bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), turun ke lokasi.

Sementara ini, warga setempat turut membantu membongkar dapur, karena dikhawatirkan berpotensi ambruk susulan. (TribunBatam.id/Febriyuanda)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved