KANTIN SMAN 2 TANJUNGPINANG VIRAL

Kantin di SMAN 2 Tanjungpinang Ditutup VIRAL di Medsos, DPRD Kepri Sampai Turun Tangan

Polemik penutupan kantin di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) segera berakhir. 

Dok Rudy Chua untuk Tribun Batam
DPRD KEPRI SIDAK  - Anggota DPRD Provinsi Kepri, Rudy Chua dan rombongan saat inspeksi mendadak (sidak) ke SMAN 2 Tanjungpinang, Rabu (27/8/2025). Sidak merespons keluhan orangtua hingga viral di medsos terkait kebijakan menutup kantin di sekolah tersebut. 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Polemik penutupan kantin di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) segera berakhir. 

Sejumlah kantin yang sebelumnya di tutup segera dibuka kembali.

Polemik penutupan kantin SMAN 2 Tanjungpinang ini sebelumnya sempat viral di medsos alias media sosial.

Hal ini mencuat setelah orangtua murid SMA Negeri 2 Kota Tanjungpinang, mengeluhkan penutupan kantin sekolah yang sudah berlangsung sekitar 6 bulan. 

Kondisi tersebut membuat para murid kesulitan mencari makan saat jam istirahat.

Keluhan itu langsung ditindaklanjuti DPRD Kepri dapil Tanjungpinang.

Wakil rakyat kemudian inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah tersebut, Rabu (27/8/2025).

Anggota DPRD Kepri, Rudy Chua, menyampaikan, pihak sekolah beralasan penutupan kantin dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah.

"Pihak sekolah menutup kantin katanya untuk mengurangi sampah di sekolah," ujar Rudy, Kamis (28/8/2025).

Kebijakan tersebut membuat para siswa mengeluh.

Mereka terpaksa membawa bekal dari rumah, memesan makanan melalui aplikasi, hingga ada yang memilih menahan lapar.

Permasalahan ini memang perlu diselesaikan secepatnya mengingat SMA Negeri 2 Tanjungpinang merupakan sekolah favorit dengan 1.600 pelajar pada tahun ini.

“Hasil sidak kami kemarin, kami sudah temukan solusinya, kantin akan dibuka lagi pekan depan," akunya. 

Kepala SMA Negeri 2 Tanjungpinang, Kariadi mengatakan, penutupan kantin dilakukan hanya sementara saja.

"Kami tak niat tutup permanen," ungkapnya.

Dia menjelaskan penutupan kantin dilakukan karena sedang dalam tahap renovasi sekaligus mengurangi sampah di lingkungan sekolah.

"Sampahnya memang berkurang, hanya saja orangtua wali murid keberatan. Segera kita buka kembali," katanya. (TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng)

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved