Passport To Comfort, Menelusuri Sisi Batam yang Tidak Ada di Brosur Wisata Biasa
Perkembangan Kota Batam saat ini kian pesat. Bukan hanya sebagai kota industri atau destinasi belanja saja.
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Perkembangan Kota Batam saat ini kian pesat. Bukan hanya sebagai kota industri atau destinasi belanja saja.
Tetapi juga menjadi kota untuk mencari kenyamanan dan ketenangan yang menjadi momentum yang tidak banyak ditemukan di brosur wisata biasa.
Untuk membahas lebih lengkap soal tema ini, berikut wawancara eksklusif Tribun Batam (TB), F&B Director Oakwood Grand Batam, Chef Hashrul (CH) dan Marketing & Branding Manager Oakwood Grand Batam, Yossie (YS) :
TB : Sesuai dengan tema, kapan titik balik hingga Batam menjadi sisi halus yang tidak ada di brosur wisata lama?
YS : Saya kebetulan asli Batam, sehingga tahu perkembangan dari dulu sampai sekarang, saya melihat Batam sebagai kota yang unik, jarang ada kota industri menjadi kota pariwisata.
Kota Batam merupakan salah satu wilayah yang berhasil, karena dari data yang kami peroleh wisatawan mancanegara selalu masuk 10 besar di Indonesia.
Titik balik sesuai dengan pengamatan saya itu terjadi setelah COVID-19. Dimana perkembangan pariwisata di Kota Batam sangat pesat sekali hingga saat ini.
Bisa dilihat sekarang banyak sekali hotel yang baru dibuka di Kota Batam, dan rata-rata hotel Internasional. Artinya bisnis pariwisata di Kota Batam dianggap bisnis yang seksi. Menjanjikan dan penuh dengan potensi.
Pariwisata ditengah kota industri itu seperti sesuatu yang jarang ditemukan di Indonesia.
TB : Faktor apa yang paling besar yang mendorong perubahan di Kota Batam saat ini?
YS : Selain dari potensi daerahnya sendiri, lokasi yang strategis juga didukung dengan infrastruktur Kota Batam yang sangat baik hingga hari ini.
Saya pernah keluar dari Kota Batam kurang lebih dua tahun dan kembali ke Batam ternyata sudah banyak sekali perubahan yang signifikan.
Misalnya jalan raya yang semakin lebar dan banyak sekali gedung baru yang dibangun di Batam.
TB : Apa perubahan Kota Batam hari ini yang paling dirasakan?
YS : Perubahan yang paling terasa adalah infrastruktur dan pilihan makanan juga banyak, bisa dibilang apa yang ada di kota besar di Indonesia, ada juga di Batam, Kepri.
| Kadisdukcapil Batam Angkat Bicara, Warga Ngamuk Saat Urus Administrasi: Kami Terbuka Untuk Masukan |
|
|---|
| Perkuat Sistem Pembayaran Digital, BPKAD Batam Dorong Transparansi dan Efisiensi Belanja Daerah |
|
|---|
| Realisasi Belanja APBD Kota Batam 2026 Rp 788 Miliar, 54 Persen untuk Belanja Pegawai |
|
|---|
| Wali Kota Amsakar Gelar Walimatus Safar, Mohon Doa Restu Warga Batam Jelang Naik Haji |
|
|---|
| Ribuan Kader Ramaikan Milad PKS ke-24 di Batam, Angkat Tema Ketahanan Pangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/TRIPOD-8999.jpg)