Rabu, 8 April 2026

DOA

Doa Salat Meminta Jodoh, Sholat Istikharah Meminta Pilihan Terbaik

Doa salat meminta jodoh, sholat istikharah dan shalat sunnah meminta kepada Allah SWT meminta pilihan terbaik.

|
mpu.bandaacehkota.go.id
Doa salat meminta jodoh, sholat sunnah meminta pilihan terbaik. 

TRIBUNBATAM.id - Doa salat meminta jodoh ini dapat digunakan umat Islam untuk menentukan pilihan.

Doa sholat meminta jodoh atau yang dikenal dengan shalat Istikharah merupakan salat sunah yang ditujukan untuk memohon petunjuk kepada Allah SWT untuk memilih yang terbaik.

Sebelum mengetahui doa salat istikharah ini, penting bagi umat Islam mengetahui tata cara termasuk dasar hukum sholat istikharah ini.

Shalat istikharah dapat dilakukan kapan saja, baik siang maupun malam hari.

Selama bukan pada 3 waktu yang terlarang untuk melakukan salat.

Yakni ketika matahari terbit atau sedang berada di tengah atau sedang terbenam menukil HR. Jama’ah kecuali Bukhari.

Akan tetapi, jika shalat istikharah tidak bisa diundur atau dibutuhkan saat itu juga, maka sebagian ulama berpandangan bahwa hal itu boleh dikerjakan saat itu juga, meskipun pada alaupun pada waktu yang terlarang.

Pandangan yang demikian itu didasarkan pada kebutuhan pelaksanaan shalat istikharah yang perlu dilakukan secepatnya.

Pelaksanaan shalat istikharah tidak terikat dengan waktu tertentu.

Meski begitu, ia dilakukan ketika seseorang telah berniat atau bertekad melakukan suatu pekerjaan tertentu.

Hal ini didasarkan pada penggunaan kata هَمَّ dalam sabda Rasulullah SAW di atas yang memiliki arti berniat, juga pada isi doa istikharah yang menunjukkan telah adanya niat seseorang dalam mengerjakan sesuatu.

Oleh karena itu, jika seseorang masih belum berniat untuk mengerjakan sesuatu atau masih ada beberapa pilihan yang akan dikerjakan, hendaklah ia terlebih dahulu berniat atau menentukan pilihannya, lalu lakukanlah istikharah.

Sholat istikharah dilakukan sebanyak 2 rakaat.

Baca juga: Bacaan Doa Salat Tahajud, Sholat Sunnah Anjuran Nabi Muhammad SAW

Adapun tata-caranya hendaklah dilakukan sebagaimana tata-cara shalat yang lain, baik yang meliputi bacaan maupun gerakan shalat.

Sebagian ulama menganjurkan ketika rakaat pertama dan setelah membaca al-Fatihah hendaklah seseorang membaca surat al-Kafirun.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved