Rabu, 8 April 2026

BP BATAM

BP Batam Targetkan Pelabuhan Batu Ampar Naik Kelas Jadi Pusat Transhipment

Muhammad Rudi menyadari potensi Selat Malaka dan Singapura yang banyak dilalui kapal. Untuk memaksimalkan potensi itu, Batam harus bersaing dengan Sin

Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id/Aminuddin
Suasana Pelabuhan Batu Ampar, Batam beberapa waktu lalu. Tampak STS Crane di Terminal Peti Kemas (TPK) Pelabuhan Batu Ampar, Kota Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM -Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, optimistis mampu mewujudkan cita-cita Batam untuk menjadi kota transhipment atau pusat bongkar muat alih kapal.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah membangun dan meningkatkan kapasitas pelabuhan Batu Ampar.

"Kita harus sepakat, apa yang menjadi cita-cita pendahulu kita yang belum terwujud, mulai kita wujudkan," ujar Muhammad Rudi, Kamis (22/2/2024).

Muhammad Rudi menyadari potensi Selat Malaka dan Singapura yang banyak dilalui kapal. Untuk memaksimalkan potensi itu, Batam harus bersaing dengan Singapura dan Malaysia yang memiliki kapasitas pelabuhan peti kemas lebih besar.

"Kita tidak bicara bagaimana menyaingi negara tetangga. Tapi kita mulai bangkit, bagaimana yang kapasitas saat ini, bisa naik paling tidak satu juta TEU (Twenty-foot Equivalent Unit)," ujarnya.

Data BP Batam, pada 2023, pelabuhan Batu Ampar hanya mampu menampung sekitar 500 ribu TEU, jauh dibawah Singapura yang mencapai 36,6 juta TEU dan Malaysia yang mencapai 10,5 juta TEU.

Baca juga: Kepala BP Batam Muhammad Rudi Sebut Pembangunan Rempang Terus Berlanjut

Baca juga: Jadwal Kapal Ferry dari Pelabuhan SBP Tanjungpinang ke Berbagai Rute pada Hari Ini  

Namun, Muhammad Rudi menegaskan, tidak menutup kemungkinan, peningkatan kapasitas pelabuhan akan terus dilakukan. Meski tak menyebutkan angka pasti, Muhammad Rudi mengakui, untuk membangun pelabuhan menjadi sempurna membutuhkan anggaran sangat besar.

"Bertahap, sekarang kita mulai memperbaiki mana yang belum sempurna. Pelabuhan ini (Batu Ampar) harus bertaraf internasional,"kata Rudi.

Bukan tanpa alasan pelabuhan Batu Ampar terus dikembangkan. Menurut Rudi, pelabuhan tersebut salah satu andalan pendapatan BP Batam di sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

"Kondisi saat ini, melihat dermaganya saja sudah pesimistis. Tapi kita bangkitkan lagi, agar kelemahan ini bisa diperbaiki," katanya.

Ia berharap, dengan pembangunan Pelabuhan Batu Ampar yang terus dikontrol, bisa terwujud dalam waktu 2-3 tahun ke depan, agar dapat bermanfaat dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Batam secara keseluruhan.

"Potensi di perairan Batam sangat besar dan belum digali secara maksimal. Semoga kita punya semangat sama membangun Kota Batam," kata Muhammad Rudi. (TRIBUNBATAM.id/AMINUDDIN)

Baca berita lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved