Kamis, 30 April 2026

BP BATAM

Amsakar Meradang Soal Pungli Wisatawan Asing di Pelabuhan Batam, Tidak Boleh Terulang Lagi

Kepala BP Batam Amsakar Achmad meradang atas praktik pungli terhadap wisatawan asing yang terjadi di Pelabuhan Batam Centre

Tayang:
Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
Pertanian Sitanggang/TribunBatam.id
CEK PELAYANAN DI PELABUHAN - Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra cek pelayanan penumpang di pintu keberangkatan dan kedatangan Pelabuhan Internasional Batam Centre, Selasa (31/3/2026). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kepala BP Batam, Amsakar Achmad menunjukkan ekspresi kecewa atas kasus pungutan liar (pungli) terhadap wisatawan asing di Pelabuhan Internasional Batam Centre.

Hal ini dipertegas dengan pernyataannya usai meninjau pelayanan di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Selasa (31/3/2026).

Amsakar datang bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, dan pejabat BP Batam serta Kepala Imigrasi Batam Hajar Aswad, untuk memastikan perbaikan pelayanan berjalan sesuai dengan SOP di lapangan.

“Kami mengecek langsung pelayanan seluruh stakeholder di Pelabuhan Internasional Batam Centre. Ini kami lakukan karena beberapa hari lalu terjadi hal yang tidak bagus,” kata Amsakar.

Ia menegaskan, BP Batam tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik pungli. 

Komitmen perbaikan pelayanan, menjadi prioritas agar citra Batam sebagai kota tujuan wisata dan investasi tidak kembali tercoreng.

“Mulai hari ini dan selamanya, praktik seperti itu tidak boleh terjadi lagi,” tegas Amsakar.

Dalam peninjauan di lapangan, Amsakar menyebut pelayanan di pelabuhan sudah berada pada standar yang baik, mulai dari proses keberangkatan hingga kedatangan. 

Namun, Amsakar mengakui masih ada sejumlah hal yang perlu dibenahi, terutama terkait pengawasan petugas di lapangan, serta penempatan supervisor di bagian terdepan untuk mencegah potensi penyimpangan.

“Kami ingin memastikan praktik-praktik yang tidak kita inginkan dapat diminimalisir. Kehadiran supervisor di depan menjadi salah satu langkah konkret untuk pengawasan langsung,” katanya.

Selain itu, BP Batam akan menata ulang sistem penggunaan stempel atau cap petugas agar terpusat di satu pintu. 

"Langkah ini sangat penting untuk menutup celah penyalahgunaan wewenang," ujar Amsakar.

Ia menegaskan, kejadian tersebut harus menjadi pelajaran agar sistem pelayanan semakin transparan dan akuntabel.

“Kejadian kemarin membuat kita semua tidak enak. Karena itu, ke depan harus kita pastikan hal seperti ini tidak pernah terulang lagi,” kata Amsakar.

Di lokasi yang sama, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, turut menyampaikan keprihatinannya. 

Ia menilai praktik pungli terhadap wisatawan asing tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga merusak citra Indonesia di mata dunia.

“Kita kalau ke negara orang, mereka tidak memperlakukan kita seperti itu. Jadi hal seperti ini tidak boleh terjadi di Batam,” kata Li Claudia. (Tribunbatam.id/Pertanian Sitanggang)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved