Jumat, 5 Juni 2026

PESTA BOLA DUNIA DI KEPRI

Euforia Piala Dunia 2026 Belum Terasa di Anambas, Penjualan Jersey Masih Sepi

Jelang Piala Dunia 2026, penjualan jersey tim peserta Piala Dunia di sejumlah toko di Anambas masih terpantau sepi

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
Tribunbatam.id/Ihsan Imaduddin
JERSEY SEPAK BOLA - Jersey kontestan Piala Dunia 2026 dipajang di Toko Noval, Pelantar Serkah, Kelurahan Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis (4/6/2026). 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id – Euforia Piala Dunia 2026 belum begitu terasa di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). 

Menjelang kick off turnamen sepak bola terbesar di dunia itu pada 11 Juni mendatang, penjualan jersey tim peserta Piala Dunia di sejumlah toko masih terpantau sepi.

Turnamen yang akan berlangsung selama 37 hari tersebut belum mampu mendongkrak minat masyarakat untuk berburu atribut sepak bola, khususnya jersey negara-negara peserta.

Pantauan Tribun Batam di kawasan Pelantar Serkah, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kamis (4/6/2026), sejumlah toko telah memajang berbagai jersey tim nasional di etalase mereka.

Jersey negara-negara favorit seperti Jerman, Portugal, Brasil hingga Prancis terlihat tersusun rapi untuk menarik perhatian pembeli yang melintas.

Seorang pedagang, Uni, mengatakan ia sudah mulai menyediakan jersey peserta Piala Dunia sejak sekitar satu bulan lalu.

Menurutnya, produk yang dijual merupakan jersey non-original dengan kualitas yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat setempat.

"Harga dari Rp50 ribuan sampai Rp150 ribu tergantung kualitasnya," ujar Uni.

Meski perhelatan Piala Dunia tinggal hitungan hari, Uni mengaku belum melihat peningkatan jumlah pembeli yang signifikan dibandingkan periode yang sama pada turnamen sebelumnya.

Ia menduga perubahan pola belanja masyarakat menjadi salah satu penyebab lesunya penjualan di toko-toko konvensional.

Menurutnya, saat ini banyak warga lebih memilih membeli jersey melalui platform belanja online, karena pilihan produk yang lebih beragam dan harga yang dianggap lebih kompetitif.

"Untuk Piala Dunia tahun ini belum terlalu ramai. Mungkin sekarang orang banyak beli secara online," katanya.

Uni menambahkan, biasanya permintaan jersey baru meningkat ketika pertandingan sudah mulai berlangsung dan masyarakat mulai mengikuti perkembangan kompetisi.

"Biasanya pas sudah berlangsung Piala Dunia baru ada yang nyari baju. Tak menentu juga sih," tuturnya.

Ia bahkan mengaku transaksi terakhir untuk jersey peserta Piala Dunia terjadi tiga hari lalu dan pembelinya bukan warga lokal, melainkan dua wisatawan mancanegara yang sedang berkunjung ke Anambas.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved