Jumat, 5 Juni 2026

JADWAL KAPAL

Jadwal Kapal Roro Antar Desa di Anambas Jumat, 5 Juni 2026, Penghubung Pulau Matak dan Siantan

Simak jadwal kapal Roro antar desa di Anambas yang beroperasi hari ini, Jumat, 5 Juni 2026. Moda transportasi laut penghubung Pulau Matak dan Siantan.

Tayang:
Tribun Batam/Ihsan Imaduddin
RORO ANTAR DESA DI ANAMBAS - Seorang penumpang sedang menurunkan sepeda motor dari atas kapal Roro Tradisional yang baru tiba di Pelabuhan Basarnas, Desa Tarempa Timur, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (5/6/2026). Roro Tradisional Siantan-Matak Jadi Andalan Warga, Angkut Motor dan Penumpang Sekaligus, Berikut Jadwal Keberangkatannya. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Transportasi Roro tradisional kini menjadi salah satu sarana penyeberangan yang diandalkan masyarakat Pulau Siantan dan Pulau Matak, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). 

Kehadiran angkutan laut ini dinilai mempermudah mobilitas warga yang setiap hari beraktivitas di dua pulau tersebut.

Pulau Siantan merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Kepulauan Anambas, sementara Pulau Matak menjadi salah satu kawasan dengan jumlah penduduk yang cukup banyak serta aktivitas ekonomi yang terus berkembang.

Roro tradisional yang beroperasi di jalur tersebut menggunakan kapal jenis pompong yang telah dimodifikasi. 

Kapal itu dirancang khusus agar dapat mengangkut penumpang sekaligus kendaraan roda dua dalam satu perjalanan.

Dari Pulau Siantan, kapal roro berangkat melalui Pelabuhan Basarnas yang berada di Desa Tarempa Timur. Sedangkan dari Pulau Matak, keberangkatan dilakukan melalui Pelabuhan Kampung Baru, Desa Piabung.

Keberadaan transportasi ini menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin membawa sepeda motor saat bepergian ke pulau seberang tanpa harus menggunakan jasa angkutan lain.

Tekong KM Mutiara Indah 2, Heri mengatakan waktu tempuh pelayaran dari Siantan menuju Matak maupun sebaliknya rata-rata sekitar 45 menit.

"Durasi pelayaran sekitar 45 menit, tergantung kondisi cuaca di laut," kata Heri saat ditemui, Jumat (5/6/2026).

Menurut Heri, selama ini kondisi cuaca di jalur pelayaran tersebut relatif mendukung. 

Meski hujan turun, perjalanan umumnya tetap dapat dilakukan karena perairan yang dilalui berada di kawasan selat yang terlindungi oleh gugusan pulau di sisi kiri dan kanan.

Ia menjelaskan faktor keselamatan tetap menjadi prioritas utama sebelum kapal diberangkatkan. Apabila cuaca dinilai tidak aman, keberangkatan akan ditunda sementara waktu.

"Kami berlayar juga melihat kondisi cuaca, kalau tidak memungkinkan kita tunda. Setiap hari berlayar," ujarnya.

Untuk kapasitas angkut, KM Mutiara Indah 2 mampu membawa hingga 14 unit sepeda motor berukuran besar serta sekitar 20 orang penumpang dalam sekali perjalanan.

Jumlah kendaraan yang dapat diangkut juga bergantung pada ukuran motor yang dibawa penumpang. Motor berukuran kecil memungkinkan kapasitas angkut menjadi lebih banyak.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved