Senin, 8 Juni 2026

ANAMBAS TERKINI

Solar Subsidi Langka, Harga Ikan di Anambas Melonjak, Tongkol Putih Tembus Rp60 Ribu per Ekor

Salah satu jenis ikan yang mengalami kenaikan adalah ikan Manyuk atau Cermin ukuran sedang. Saat ini ikan tersebut dijual sekitar Rp35 ribu per ekor.

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
Tribun Batam/Ihsan Imaduddin/TRIBUNBATAM.id
Pedagang ikan di Pasar Ikan Tarempa Barat sedang melayani pembeli. Akibat solar subsidi langka, harga ikan alami kenaikkan 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Kesulitan nelayan mendapatkan solar subsidi di Kabupaten Kepulauan Anambas mulai berdampak pada harga ikan di pasaran. 

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah jenis ikan mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan di Pasar Ikan Tarempa Barat, Kecamatan Siantan.

Pantauan TRIBUNBATAM.id pada Sabtu (6/6/2026) pagi menunjukkan para pedagang menjual ikan dengan harga lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya.

Salah satu jenis ikan yang mengalami kenaikan adalah ikan Manyuk atau Cermin ukuran sedang. Saat ini ikan tersebut dijual sekitar Rp35 ribu per ekor.

Sebelumnya, pembeli masih bisa mendapatkan tiga ekor ikan Manyuk ukuran sedang dengan harga sekitar Rp50 ribu. Kenaikan ini membuat harga per ekor menjadi jauh lebih mahal dibandingkan biasanya.

Selain Manyuk, harga ikan Tongkol Hitam juga ikut naik. Saat ini pedagang menjualnya seharga Rp35 ribu per ekor.

Padahal beberapa hari lalu harga ikan Tongkol Hitam masih berada di kisaran Rp25 ribu per ekor. 

Kenaikan mencapai Rp10 ribu per ekor tersebut mulai dirasakan masyarakat yang rutin membeli ikan untuk kebutuhan sehari-hari.

Kenaikan lebih tinggi terjadi pada ikan Tongkol Putih. Saat ini harga ikan tersebut mencapai Rp60 ribu per ekor.

Biasanya ikan Tongkol Putih dijual di kisaran Rp40 ribuan per ekor. Dengan kondisi sekarang, harga ikan naik sekitar Rp20 ribu dibandingkan harga normal.

Salah seorang pedagang ikan di Pasar Tarempa Barat, Fahmi, mengatakan kenaikan harga sudah terjadi selama empat hari terakhir.

"Sudah empat hari ini harga ikan naik. Untuk jenis ikan ya enggak banyak, cuma Tongkol dan Manyuk saja," ujar Fahmi.

Menurut Fahmi, pedagang sebenarnya tidak ingin menaikkan harga. Namun kenaikan harga sudah terjadi sejak tingkat nelayan sehingga pedagang tidak memiliki banyak pilihan.

"Dari kami sebenarnya enggak mau naikkan harga. Mau tidak mau terpaksa naik, karena dari nelayan sudah mahal harganya," katanya.

Ia menjelaskan, nelayan menaikkan harga jual ikan karena biaya operasional melaut meningkat akibat sulit memperoleh solar subsidi.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved