Kenaikan Harga Beras hingga Gas di Anambas Bebani Rumah Makan, Harga Makanan Ikut Naik
Kenaikan harga bahan pokok di Anambas memaksa RM Bukit Tinggi menaikkan harga makanan. Pelanggan pun mulai berhemat dan lebih sering memasak di rumah
Penulis: Ihsan Imaduddin | Editor: Dewi Haryati
ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Kenaikan harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mulai berdampak pada pelaku usaha kuliner yang setiap hari bergantung pada pasokan bahan makanan.
Salah satu yang merasakan dampaknya adalah RM Bukit Tinggi yang berada di kawasan Masjid Agung Baitul Ma'mur, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan.
Rumah makan khas Padang asal Sumatra Barat tersebut dikenal cukup ramai dikunjungi warga.
Lokasinya yang berada di jalur utama aktivitas perkantoran membuat rumah makan itu menjadi pilihan banyak pegawai dan warga untuk makan siang maupun makan malam.
Ramainya pelanggan tidak membuat pengelola terhindar dari tekanan kenaikan biaya operasional yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Akibat meningkatnya harga berbagai bahan baku, pengelola akhirnya mengambil langkah menyesuaikan harga makanan yang dijual kepada pelanggan.
Pengelola RM Bukit Tinggi, Afri Junaidi mengatakan penyesuaian harga sebenarnya telah dilakukan sejak setelah Hari Raya Idulfitri lalu.
"Sudah diterapkan penyesuaian harga sejak Lebaran Idul Fitri kemarin. Terpaksa sebenarnya, karena bahan-bahan pada naik," ujar Afri, Rabu (10/6/2026).
Ia menjelaskan keputusan menaikkan harga menu diambil setelah harga beras sempat melonjak hingga mencapai Rp500 ribu per karung ukuran 25 kilogram.
Menurutnya, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada beras, tetapi juga pada kebutuhan lain yang menjadi penunjang operasional rumah makan.
"Bukan cuma beras yang naik, gas pun naik juga. Biasa Rp260 ribu yang 12 kilogram. Sekarang jadi Rp280 ribu. Beras sekarang sudah turun, naik turun lah," katanya.
Selain beras dan gas, harga bahan makanan seperti ayam dan daging juga sering mengalami perubahan, sehingga mempengaruhi biaya produksi setiap harinya.
Afri mengaku untuk kebutuhan ayam dan daging, pihaknya membeli dari distributor lokal di Anambas. Meski demikian, ia enggan menyebutkan harga pembelian yang berlaku saat ini.
Sementara untuk kebutuhan ikan, harga masih relatif terjangkau karena diperoleh langsung dari penampung ikan lokal.
"Kalau ikan beli di penampung cuma Rp7 ribu per ekor, itu ikan selar ukuran sedang. Untuk ikan putih atau manyuk kita beli Rp50 ribu dapat empat ekor," tuturnya.
| Harga Tomat dan Wortel Pekan Kedua Juni 2026 di Anambas Tembus Rp35 Ribu per Kg |
|
|---|
| Lintasi Anambas, Ini Jadwal KMP Bahtera Nusantara 01 Tanggal 12-19 Juni 2026 |
|
|---|
| Besok Ada Pemadaman Listrik di Siantan Anambas, Emak-emak Diimbau Menanak Nasi Lebih Awal |
|
|---|
| Saat Sejumlah SPPG di Kepri Berhenti Sementara, Anambas Justru Bersiap Tambah 21 Dapur MBG |
|
|---|
| Laporan TikTok Ungkap Dugaan Balap Liar di Anambas, Dua Pemuda Diamankan Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Pelayan-Membungkus-Makanan.jpg)