Kamis, 23 April 2026

Warga Bintan Susah Air Imbas Sumur Kering, Heni Sudah Sebulan Beli Air Bersih

Sudah satu bulan warga Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terpaksa membeli air bersih, imbas sumur mereka kering.

TribunBatam/ Ronnye Lodo Laleng
KRISIS AIR BERSIH - Heni Setiawati, warga RT01/RW02 Kampung Sungai Jeram, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sedang melihat sumurnya yang kering, Selasa (27/1/2026). Sudah satu bulan ia dan warga Bintan lainnya membeli air untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. 

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah warga di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terpaksa membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
  • Terpaksa dilakukan setelah banyak sumur warga kering. Kondisi sudah berlangsung setidaknya satu bulan terakhir.
  • Kondisi Waduk Sei Jago di Kabupaten Bintan dilaporkan menyusut. Ketinggian air hanya 70 centimeter saja.

 

TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Sudah satu bulan Heni Setiawati membeli air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Warga RT 01/RW 02, Kampung Sungai Jeram, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) itu sedikitnya mengeluarkan Rp70 ribu dalam satu hari.

Air itu bisa ia gunakan selama sepekan, dengan kondisi harus benar-benar berhemat.

"Sekali pesan saya satu ton. Sudah satu bulan ini," ungkapnya, Selasa (27/1/2026).

Heni dan sejumlah warga Bintan lainnya terpaksa membeli air setelah sumur warga dilaporkan kering.

Selama ini, dia mengharapkan sumur pribadinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

"Semoga ada bantuan air minum dari Pemerintah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri)," harapnya.

Krisis air bersih juga mulai dirasakan warga Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan

Mereka mengaku sudah beberapa pekan tidak lancar mendapatkan air bersih. 

"Sering macet airnya. Sudah dibagi-bagi. Bergiliran," kata Fanto.

Hal ini dilakukan sebab air di Waduk Sei Jago sudah mulai berkurang. 

Hingga hari ini, ketinggian air hanya mencapai 70 cm saja di waduk tersebut. 

Dia mengaku sudah dua hari tidak mencuci pakaian karena sama sekali tidak memiliki cadangan air bersih di rumahnya.

“Mau beli air tapi uangnya terbatas," akunya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved