Kamis, 23 April 2026

MBG DI BINTAN

SPPG di Bintan Tetap Salurkan MBG Saat Ramadan, Menu Basah Diganti Makanan Kering

Koordinator Wilayah Kabupaten Bintan, Pina Deli Syahputri sebut MBG tetap disalurkan ke sekolah saat Ramadan. Hanya saja berupa makanan kering

Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
Ronnye Lodo Laleng/TribunBatam.id
MBG BINTAN - Salah satu SPPG yang terletak di Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), foto diambil Senin (23/2/2026). SPPG di Bintan tetap salurkan MBG ke sekolah saat Ramadan 1447 Hijriah 
Ringkasan Berita:

 

BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap menyalurkan Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke sejumlah sekolah di wilayah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) selama Ramadan 1447 Hijriah.

Komitmen ini disampaikan Koordinator Wilayah Kabupaten Bintan, Pina Deli Syahputri, Senin (23/2/2026).

"Menu MBG yang kami distribusikan selama bulan puasa berbeda dari hari biasa," ujar Pina.

Sebelumnya, pelajar menerima menu basah yang langsung bisa disantap di sekolah.

Khusus Ramadan 2026, paket yang dibagikan berupa makanan kering yang tahan lama.

"Penyaluran MBG dimulai lagi pada hari ini," katanya.

Penyesuaian menu MBG ini dilakukan agar makanan dapat dikonsumsi saat waktu berbuka puasa.

Paket makanan kering ini bertujuan agar bisa tahan lama, sehingga tetap aman hingga sore.

Adapun menu itu di antaranya telur rebus, abon sapi, abon ayam, roti, susu, serta berbagai olahan makanan lain.

"Makanan ini dirancang sedemikian rupa agar tetap layak konsumsi hingga waktu berbuka," tutur Pina.

Melalui skema ini, pelajar tetap memperoleh asupan gizi meski menjalankan ibadah puasa.

“Makanan harus sesuai, dan ada karbohidrat, protein dan sayurnya, agar para orang tua paham dan mengerti,” ungkapnya.

Perubahan bentuk menu MBG ini tidak mempengaruhi nominal anggaran per paket.

Harga menu kering dan tahan lama tetap berada pada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per paket.

Total anggaran mencapai Rp15.000 per paket, dengan rincian Rp10.000 dialokasikan untuk bahan baku, Rp3.000 untuk operasional dapur, dan Rp2.000 untuk insentif atau sewa bangunan SPPG.

Pina menegaskan untuk mekanisme, sistemnya fleksibel dan menyesuaikan kesepakatan SPPG dan pihak sekolah.

Mengingat ada sekolah yang menginginkan distribusi dilakukan setiap tiga hari sekali.

Meski begitu, tak menutup kemungkinan pendistribusian dilakukan setiap hari sesuai kesepakatan.

Ia mengingatkan agar SPPG tidak menyertakan jajanan seperti ciki maupun kacang-kacangan kemasan.

Pasalnya, makanan tersebut umumnya mengandung bahan pengawet dan dinilai kurang memiliki nilai gizi yang memadai.

Pina mendorong agar makanan diolah langsung oleh SPPG dengan bahan yang lebih sehat dan bergizi.

“Kami sarankan SPPG mengolah atau membuat makanan sendiri. Jangan pakai kemasan," ujarnya.

(TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved