Jumat, 12 Juni 2026

Kenaikan Harga Pertamax Picu Harga Cabai Rawit di Bintan Naik Jadi Rp62 Ribu Per Kilogram

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau mulai terasa masyarakat. Harga sayur dan cabai merangkak naik

Tayang:
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam.id/ Ronnye Lodo Laleng
HARGA CABAI - Sejumlah pedagang sedang berjualan di salah satu pasar rakyat di Kabupaten Bintan, Kamis (11/6/2026). Harga cabai rawit di Bintan kini naik jadi Rp62 ribu per kilogram 

BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), mulai dirasakan masyarakat. 

Tidak hanya sektor transportasi, namun juga berpengaruh pada kenaikan harga kebutuhan pokok atau sembako di pasaran.

Pedagang dan konsumen di Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang, mengaku dua hari ini harga sayuran dan cabai mulai merangkak naik.

Hal ini dipengaruh dari dampak biaya pengiriman dan distribusi dari dalam dan luar daerah.

"Cabai rawit selama ini dijual seharga Rp60 per kilogram. Hari ini naik menjadi Rp62 per kilogram," kata Didy, seorang pedagang di Bintan, Kamis (11/6/2026).

Selama ini sebagian besar cabai yang beredar di pasaran memang berasal dari luar daerah, seperti Medan, Jawa dan lainnya.

Sebagai wilayah kepulauan, biaya logistik di Kepri memang memiliki komponen biaya yang lebih tinggi dibandingkan daerah di pulau utama.

Sehingga perubahan harga BBM terasa dampaknya secara lebih cepat.
 
Kenaikan harga sembako ini langsung terasa di kalangan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

Seorang warga Bintan, Helen mengaku, harus lebih cermat mengatur anggaran belanja rumah tangga agar kebutuhan pokok tetap tercukupi.
 
“Saya harus mengurangi pembelian barang yang tidak terlalu penting. Uang belanja yang biasanya cukup untuk seminggu, sekarang harus dihemat agar cukup sampai akhir bulan,” ungkapnya.

Bagi dia, kenaikan harga yang terjadi sangat menyusahkan masyarakat kecil.

"Hidup sudah susah ditambah lagi kondisi barang yang setiap saat naik. Mau jadi apa kita ini, jika situasi seperti ini terus," ujarnya mengeluh.

Ia mendesak pemerintah daerah dan pemerintah pusat tak menutup mata dengan situasi ini.

"Jangan dibiarkan terus seperti ini. Kami rakyat kecil hidup sudah susah, jangan ditambah lagi," harapnya.

Menanggapi situasi ini, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindustrian Perdagangan (DKUPP) Bintan, Setia Kurniawan, mengatakan sejauh ini harga keseluruhan di pasaran masih normal.

"Kami terus memantau pergerakan harga di lapangan. Kami berkomunikasi dengan distributor dan pedagang agar kenaikan harga tetap wajar dan tidak terjadi penimbunan barang," tegas Kurniawan.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved