Kamis, 14 Mei 2026

Rangkul Kompetitor Demi Rezeki Bersama, Agen BRILink Stronic Cell Bermanfaat untuk Semua

Kisah Anik Sugiarti mengembangkan Agen BRILink Stronic Cell sejak awal hingga bertahan sembilan tahun.

Tayang:
Penulis: Khistian Tauqid | Editor: Karunia Rahma Dewi
Tribun Batam/Khistian Tauqid
KISAH AGEN BRILINK - Warga sekitar melakukan transaksi keuangan di Stronic Cell yang berlokasi di Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (1/5/2026). 

"Dulu kan Agen BRILink enggak sebanyak sekarang, apalagi ATM BRI juga jauh, jadi saya terima tawaran itu," jelas Anik.

Ia melihat ini bukan sekadar bisnis tambahan, melainkan kebutuhan.

"Saya lihat juga ada peluang. Karena kita konter kan dulu. Bayar-bayarnya juga dari transfer, terus ada teman-teman juga bilang, enak kalau punya mesin EDC BRILink."

Awalnya, mesin tersebut digunakan untuk memudahkan urusan transaksi pribadinya. Namun, lama-kelamaan volume transaksi dari tetangga sekitar melonjak drastis.

Kini, layanan di Stronic Cell kian lengkap mulai dari tarik tunai, transfer, pembayaran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, hingga transaksi Pegadaian dan investasi emas.

"Di mana-mana Agen BRILink sekarang sudah banyak. Berarti menandakan Agen BRILink itu sangat-sangat menguntungkan," tambah Anik.

Ia bahkan mengenang masa pandemi sebagai momen di mana agen sangat diandalkan.

"Momen paling menguntungkan itu pas Covid. Kebanyakan warga enggak mau keluar rumah, jadi mereka lari ke agen terdekat."

Etika Bisnis: "Rangkul, Jangan Sikut"

Keberhasilan tentu mengundang kompetisi. Sebagai Ketua Agen BRILink BO Semarang Ahmad Yani, Anik memiliki pandangan yang bijak dalam menghadapi persaingan.

Ia pernah mengalami momen di mana sebuah agen baru berdiri tepat di samping tokonya, hanya berbatasan dinding.

"Dulu itu pernah saya mencoba buka cabang, lalu kita ngontrak toko. Samping itu enggak ada tanda-tandanya BRILink. Begitu kita sudah buka, di samping persis itu ternyata juga dibuka Agen BRILink. Jadi hanya batasan dinding toko," ceritanya.

Bukannya merasa terancam atau melancarkan perang harga, Anik justru menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin yang matang.

Ia mendatangi tetangga barunya untuk menjalin pertemanan.

"Karena saya sudah terlanjur di situ, pihak sebelah juga, ya mau enggak mau kita harus berteman lah. Caranya potongan adminnya disamain. Daripada saling sikut, mending kita rangkul. Kalau emang mau beloknya ke sana atau sini (pelanggan), berarti itu rezeki masing-masing," ungkapnya dengan penuh keyakinan.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved