Kamis, 28 Mei 2026

Jatuh Bangun BUMDes Gerbang Lentera, Ubah Lerep dari Desa Tertinggal Menjadi Berprestasi Nasional

Berikut ini merupakan perjuangan BUMDes Gerbang Lentera mengembakan potensi Desa Lerep hingga berprestasi nasional.

Tayang:
Penulis: Khistian Tauqid | Editor: Karunia Rahma Dewi
Tribun Batam/Khistian Tauqid
DESA BRILIAN - Embung Sebligo yang tereletak di Desa Lerep, Ungaran, Kabupaten Semarang. Pembangunan Embung Sebligo ini tidak murni menggunakan anggaran rutin, melainkan dari akumulasi hadiah kompetisi yang diperoleh BUMDes Gerbang Lentera. 

TRIBUNBATAM.id - Mengubah status desa dari kategori tertinggal menjadi Desa Mandiri bukanlah perkara membalikkan telapak tangan. 

Dibutuhkan visi yang tajam, keberanian merombak regulasi, serta kemampuan mengeksplorasi potensi lokal secara optimal. 

Keberhasilan transformatif inilah yang melekat pada Desa Lerep, sebuah desa yang terletak di lereng gunung kawasan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Dahulu, Desa Lerep menghadapi tantangan ekonomi yang pelik akibat keterbatasan Pendapatan Asli Desa (PADes). 

Namun saat ini, desa tersebut telah menjelma menjadi salah satu role model nasional dalam pengelolaan desa wisata berbasis konservasi alam dan pemberdayaan masyarakat. 

Inovasi mereka diakui secara luas, bahkan berhasil mengantarkan Desa Lerep meraih juara ketiga dalam ajang bergengsi Nugraha Karya Desa BRILiaN 2023.

Merombak Visi

Perjalanan kebangkitan Desa Lerep berawal dari kegelisahan sang Kepala Desa, Sumariyadi. 

Ia melihat ketimpangan besar antara kekayaan alam yang dimiliki desa dengan kesejahteraan warganya. 

Desa-desa di Jawa Tengah, termasuk Lerep, sejatinya dianugerahi modal historis luar biasa berupa 'tanah bengkok' atau tanah pemberian raja-raja zaman dahulu yang status hukumnya dilindungi oleh undang-undang sebagai hak asal-usul.

"Kita dulu berangkat dari desa tertinggal, jadi kita ingin menggali potensi-potensi yang ada di desa. Kita menguasai sumber air dan akses jalan."

"Tapi kenapa langkah kita dulu kalah dari pihak swasta pribadi yang harus beli tanah, mengurus perizinan, dan mencari sumber air? Padahal kita punya semuanya dan tidak perlu modal besar, tinggal musyawarah dengan warga selesai," ujar Sumariyadi, pada Rabu (13/5/2026).

Gerbang menuju Desa Lerep, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Gerbang menuju Desa Lerep, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. (Tribun Batam/Khistian Tauqid)

Sadar bahwa desa tidak bisa terus-menerus bergantung pada dana stimulus tanpa menghasilkan pendapatan mandiri, Sumariyadi mengambil langkah strategis. 

Ia merombak total Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dan mengalihkan fokus penganggaran. 

Dana Desa yang diterima dialokasikan sebagai modal awal untuk membangun unit-unit produktif yang mampu menjadi pencetak uang bagi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved