ITB dan ITEBA Edukasi Cegah Stunting Inklusif di Sagulung
Stunting masih menjadi salah satu tantangan kesehatan anak di Indonesia. Kondisi ini memantik tim peneliti dari ITB dan ITEBA untuk bergerak ke Batam.
Penulis: Renhard Patrecia Sibagariang | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, BATAM – Stunting masih menjadi salah satu tantangan kesehatan anak di Indonesia.
Termasuk di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dengan angka 19.8 persen, sedangkan target nasional 14,2 persen pada 2029.
Untuk mendukung upaya pencegahan sejak usia dini, Tim Peneliti Lintas Disiplin Institut Teknologi Bandung (ITB) yang melibatkan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) di bawah pimpinan Dr. Riama Maslan Sihombing, M.Sn., S.Sn menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk Penguatan Literasi Gizi Keluarga untuk Pencegahan Stunting yang Inklusif (termasuk Anak Berkebutuhan Khusus) di Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Ia didampingi Jayen Aris Kriswantoro, Ph.D. dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH), bekerja sama dengan HAS STEAM Education Batam serta didukung Program Studi DKV ITEBA
Kegiatan yang dilaksanakan pada 21 Mei 2026 ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri atas anak usia dini reguler dan berkebutuhan khusus, orang tua, guru, serta tim peneliti.
Acara dibuka oleh CEO HAS STEAM Education sekaligus dosen ITEBA, Alvendo Wahyu Aranski, S.Kom., M.Kom, serta Ketua Program Studi DKV ITEBA, Muhammad Adi Sukma Nalendra, S.Ds., M.Ds.
Keduanya menekankan pentingnya media edukasi yang kreatif, inklusif, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Program memperkenalkan media edukasi berbasis desain komunikasi visual dan gamifikasi yang dirancang agar dapat dipahami oleh anak tipikal maupun Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
Salahsatu media yang digunakan adalah buku cerita interaktif Apa Warna Isi Piringku? yang mengajak anak mengenal keragaman makanan bergizi melalui warna.
Kegiatan juga dilengkapi dengan permainan kartu memori bertema makanan sehat dan aktivitas menempel stiker pada piring tokoh utama cerita.
Uji coba media dilakukan melalui sesi membaca nyaring (read aloud) dalam kelompok kecil yang didampingi mahasiswa DKV ITEBA dan dikoordinasikan oleh Wenny Yosselina, M.Ds., S.Ds.
Selain melibatkan anak-anak, program ini juga membekali orang tua dengan booklet sederhana untuk mencatat pola makan anak selama satu minggu.
Melalui kolaborasi perguruan tinggi dan komunitas pendidikan, program ini diharapkan menjadi model edukasi gizi yang inklusif, mudah direplikasi, dan dapat diterapkan di berbagai wilayah Kepulauan Riau.
Dari Batam ke Panggung Internasional Singapura
Komitmen penanganan anak secara utuh tidak berhenti pada pemenuhan gizi fisik di Batam.
Di saat yang sama, tim peneliti ITB langsung bertolak membawa misi pemenuhan "nutrisi kognitif dan mental" anak ke tingkat internasional melalui keikutsertaan FSRD ITB dan KIBA (Kajian Ilustrasi Buku Anak) di ajang bergengsi Asian Festival of Children’s Content (AFCC) 2026 di National Library Building, Singapura.
| Dua Minggu Sampah di Kelurahan Sagulung Kota Tidak Diangkut, DLH Batam Sebut Armada Rusak |
|
|---|
| Warga Batam Resah, Kendaraan Diduga Pelangsir BBM Subsidi Bolak-Balik Antre di SPBU CODO Sagulung |
|
|---|
| Sampah Muncul Lagi di Kawasan Industri Dapur 12 Sagulung, DLH Batam Minta Warga Gunakan TPS Resmi |
|
|---|
| Telan Anggaran Rp5,3 M, Puskesmas Sei Pelunggut Batam Tak Kunjung Dibuka, Ini Kata Dinkes |
|
|---|
| Impian Nenek Siin Punya Rumah di Batam Kandas Usai Kena Tipu Rp52 Juta, LBH Desak Tersangka Ditahan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Itb-234.jpg)