TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir dan ketahanan pangan nasional, kini mulai menyentuh Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.
Program asta cita itu tak lama lagi bakal dirasakan masyarakat persisir manfaatnya.
Setelah melalui proses panjang dan tahapan seleksi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih resmi dimulai pada awal tahun 2026 di wilayah perbatasan ini.
Desa Cemaga Utara, Kecamatan Bunguran Selatan, ditetapkan sebagai lokasi terpilih pelaksanaan program tersebut.
Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik mengatakan, bahwa penetapan satu desa di Natuna sebagai Kampung Nelayan Merah Putih merupakan hasil dari proses pengusulan dan verifikasi yang ketat oleh pemerintah pusat.
“Di Natuna ada 17 kecamatan yang kita usulkan sebagai calon kampung nelayan. Namun untuk tahun 2026 ini, baru satu desa yang ditetapkan dan lulus verifikasi, yakni Desa Cemaga Utara,” ujarnya kepada TribunBatam.id, Jumat (9/1/2026).
Jarmin menjelaskan, pembangunan kampung nelayan tersebut saat ini sudah mulai berjalan tahap awal.
Salah satu syarat utama yang harus dipenuhi adalah ketersediaan lahan yang merupakan hibah dari pemerintah daerah.
Ia menyebut, penetapan Desa Cemaga Utara sebagai lokasi Kampung Nelayan Merah Putih tidak lepas dari kunjungan langsung Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, ke Natuna pada Agustus 2025 lalu.
Saat itu, Menteri KKP meninjau langsung dua titik calon lokasi, yakni Desa Cemaga Utara, Kecamatan Bunguran Selatan, dan Desa Pulau Tiga, Kecamatan Pulau Tiga Barat.
Dari hasil peninjauan tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan menilai Desa Cemaga Utara sebagai kawasan yang paling potensial untuk dikembangkan.
“Ini juga bagian dari program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Saya sudah turun langsung meninjau progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Cemaga Utara pada Kamis kemarin,” ungkap Jarmin.
Menurutnya, pembangunan KNMP menjadi langkah strategis dalam menjawab berbagai kebutuhan masyarakat pesisir, mulai dari peningkatan infrastruktur, sektor perikanan, penambahan armada tangkap, hingga penyediaan fasilitas pengolahan hasil laut.
Pemerintah daerah, lanjut Jarmin, tak hentinya bersinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam menyiapkan data, lahan, serta dukungan masyarakat agar program tersebut dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.
“Alhamdulillah, awal tahun ini pengerjaan sudah mulai berjalan. Pemerintah pusat berkomitmen menjadikan Natuna sebagai pusat ekonomi perikanan sekaligus kawasan strategis nasional di wilayah perbatasan,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Natuna juga memastikan akan terus mengawal dan mendukung penuh pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat pesisir.
“Kami berharap ke depan lokasi kampung nelayan di Natuna bisa bertambah di wilayah lain yang memenuhi kriteria dan persyaratan,” tambah politisi Gerindra itu.
Dalam program ini, pemerintah pusat akan membangun berbagai infrastruktur penunjang produksi dan ekonomi masyarakat pesisir, seperti dermaga, cold storage, bengkel nelayan, pabrik es, armada kapal dan alat tangkap, toko nelayan, hingga fasilitas pendukung lainnya. (TribunBatam.id/Birri Fikrudin)