Dana alokasi umum atau DAU 2026 Kalimantan Utara dinaikkan 16 persen menjadi Rp 4,3 triliun.
Dana alokasi umum atau DAU 2026 Sulawesi Barat dipangkas 16 persen menjadi Rp 3,7 triliun.
Dana alokasi umum atau DAU 2026 Papua Barat dipangkas 13 persen menjadi Rp 3,4 triliun.
Dana alokasi umum atau DAU 2026 Kepulauan Riau dipangkas 11 persen menjadi Rp 4,3 triliun.
Dana alokasi umum atau DAU 2026 Gorontalo dipangkas 9 persen menjadi Rp 3,7 triliun.
Dana alokasi umum atau DAU 2026 Bangka Belitung dipangkas 11 persen menjadi Rp 3 triliun.
Dana alokasi umum atau DAU 2026 Banten dipangkas 12 persen menjadi Rp 8 triliun.
Dana alokasi umum atau DAU 2026 Maluku Utara dipangkas 15 persen menjadi Rp 5 triliun.
Dana alokasi umum atau DAU 2026 Papua dipangkas 4 persen menjadi Rp 5,8 triliun.
Dana alokasi umum atau DAU 2026 Maluku dipangkas 16 persen menjadi Rp 6 triliun.
Dana alokasi umum atau DAU 2026 Nusa Tenggara Timur dipangkas 9 persen menjadi Rp 13 triliun.
Dana alokasi umum atau DAU 2026 Nusa Tenggara Barat dipangkas 12 persen menjadi Rp 9 triliun.
Dana alokasi umum atau DAU 2026 Bali dipangkas 10 persen menjadi Rp 6,8 triliun.
Dana alokasi umum atau DAU 2026 Sulawesi Tenggara dipangkas 13 persen menjadi Rp 8 triliun.
Dana alokasi umum atau DAU 2026 Sulawesi Selatan dipangkas 14 persen menjadi Rp 18 triliun.
Dana alokasi umum atau DAU 2026 Sumatera Barat dipangkas 11 persen menjadi Rp 12 triliun.
Dana alokasi umum atau DAU 2026 Riau dipangkas 2 persen menjadi Rp 9,8 triliun.
Dana alokasi umum atau DAU 2026 Sumatera Selatan dipangkas 5 persen menjadi Rp 13 triliun.
Dana alokasi umum atau DAU 2026 Bengkulu dipangkas 3 persen menjadi Rp 6,1 triliun.
Dana alokasi umum atau DAU 2026 Aceh dinaikkan 4 persen menjadi Rp 15,9 triliun.