Kamis, 16 April 2026

Waduk Sei Bati Karimun Menyusut, Dari Kedalaman Air 10 Meter, Kini Tinggal 2,5 Meter

Waduk Sei Bati di Karimun paling terdampak cuaca panas ekstrem. Dari kedalaman air 10 meter, kini menyusut tinggal 2,5 meter.

Penulis: Fairoz Zamani | Editor: Dewi Haryati
Waduk Sei Bati Karimun Menyusut, Dari Kedalaman Air 10 Meter, Kini Tinggal 2,5 Meter - kunjunga-direktur-perumda-tirta-karimun.jpg
Istimewa/Fairoz Zamani
KEKERINGAN DI KARIMUN - kunjungan direktur perumda tirta karimun beberapa waktu lalu untuk memantau kekeringan di waduk di kabupaten karimun
Waduk Sei Bati Karimun Menyusut, Dari Kedalaman Air 10 Meter, Kini Tinggal 2,5 Meter - kekeringan-di-waduk-karimun.jpg
Fairoz Zamani/TribunBatam.id/Fairoz Zamani
KEKERINGAN DI KARIMUN - Waduk Sei Bati di Kabupaten Karimun tampak mengalami kekeringan yang cukup signifikan akibat cuaca panas berkepanjangan Sabtu (14/2/2026)
Ringkasan Berita:
  • Dampak panas ekstrem, terjadi penyusutan air di tiga waduk Karimun
  • Penyusutan signifikan terjadi di Waduk Sei Bati
  • PDAM Karimun meminta masyarakat tak khawatir, dan siapkan langkah antisipasi

 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Cuaca panas ekstrem yang melanda Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), belakangan ini membuat beberapa waduk mengalami penyusutan debit air. 

Penyusutan air ini terjadi di tiga waduk, yakni Waduk Sei Bati, Waduk Sentani dan Waduk Pongkar di Karimun

Pantauan di Waduk Sei Bati, penyusutan air waduk terlihat jelas. Tanah di pinggir waduk yang dulunya tertutup air, saat ini tampak mengering akibat terkena panas matahari.

Tanah itu juga mengeras berwarna merah dan gersang akibat sudah lama tidak tergenang air Waduk Sei Bati

Hal ini dibenarkan oleh Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun atau PDAM Karimun, Ferry Kurniawan.

Ia mengatakan, terjadi penurunan debit air di tiga waduk. Penurunan signifikan terjadi di Waduk Sei Bati

"Debit air yang turun di Sei Bati terjadi penurunan yang signifikan. Dari 10 meter kedalaman air, terjadi penyusutan sebanyak 7,5 meter dan sekarang tersisa 2,5 meter," ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (14/2/2026). 

Penyusutan debit air juga terjadi di waduk lainnya, tetapi tidak signifikan. Seperti Waduk Sentani kedalaman air 13 meter, penyusutan air 1,5 meter, sisa 11,5 meter dan Waduk Pongkar kedalaman air 15 meter, penyusutan air 2 meter, sisa 13 meter.

Dengan fenomena seperti ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun melalui PDAM Karimun, melakukan beberapa langkah antisipasi untuk mengatasi penyusutan sumber air baku.

Ferry mengatakan untuk menjaga ketersediaan air bersih di Karimun Bumi Berazam, Perumda Tirta Mulia Karimun menyiapkan langkah antisipasi dengan cara menambah jam pengoperasian pompa Intake dari Waduk Sentani ke pengolahan air Sei Bati. 

"Saat ini suplai air baku ke Waduk Sei Bati masih 16 jam. Nanti kita lihat ke depannya seperti apa. Kalau memang terjadi kekeringan di Waduk Sei Bati, maka kita akan mengoperasikan pompa penyadapan air baku ke IPA Sei Bati menjadi 24 jam," kata Ferry. 

Ia mengimbau masyarakat pelanggan air PDAM Karimun agar tidak khawatir dengan penyusutan debit air di Waduk Sei Bati.

"Karena kita sudah terkoneksi jaringan perpipaan dari Waduk Sentani ke Waduk Sei Bati. Insya Allah aman," tuturnya. 

(TribunBatam.id/Fairozzamani

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved