Selasa, 28 April 2026

Optimalkan Lahan Kosong, Pemkab Karimun Bidik Setiap Desa Punya Produk Unggulan

Setiap desa di Karimun diimbau mempunyai produk unggulan untuk mendukung program ketahanan pangan dari Presiden Prabowo Subianto

Penulis: Fairoz Zamani | Editor: Dewi Haryati
Fairoz Zamani/TribunBatam.id
BUPATI KARIMUN - Bupati Karimun Iskandarsyah bicara soal ketahanan pangan seusai acara Musrebang pada Kamis (26/2/2026) 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Kabupaten Karimun mendorong setiap desa mempunyai minimal satu produk atau istilahnya "One Village One Product", sesuai potensi masing-masing daerah. 

Hal ini bentuk sinkronisasi dari program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto dan sejalan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang memiliki potensi uang bergerak mencapai Rp700 juta per hari di Karimun.

Bupati Karimun Ing Iskandarsyah mengatakan dengan pergerakan ekonomi yang luar biasa, masyarakat didorong agar bisa memanfaatkan ruang kosong. 

"Di setiap kunjungan, kami mendorong warga untuk memanfaatkan lahan-lahan kosong di rumah mereka untuk bercocok tanam," ujar Iskandarsyah, baru-baru ini. 

Ia melanjutkan, sudah ada beberapa desa di Karimun yang memiliki produk pertanian dan perternakan. Seperti di Desa Moro, Selat Mendaun, Desa Gemuruh, Desa Pongkar, Desa Lubuk, Pulau Jang.

Hal ini merupakan penekanan program pusat yang akan dibawa ke daerah. 

Untuk mencapai target seluruh desa memiliki produk, Pemkab Karimun akan melakukan pendataan sesuai potensi, termasuk data inflasi yang akan terlihat setiap bulan. 

"Dengan kita membaca data, seperti ada Inflasi di sayur misalnya ada di cabai, nanti kita lihat grafik itu dan nanti kita atur setiap daerah seperti apa nantinya," katanya.

Ia melanjutkan, untuk memajukan suatu daerah harus melakukan beberapa poin seperti Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, dan sentuhan teknologi. 

"Makanya kami akan dorong pemuda-pemuda tidak apa jadi petani, tetapi petani yang modern, dan di sentuhan teknologi ini kita harus memiliki kemampuan di situ, didukung riset menggunakan data, karena basis kita adalah data," ujar Iskandar.

(TribunBatam.id/Fairozzamani

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved