Sekolah di Karimun Mulai Terapkan Budaya Berbahasa Melayu
Penerapan penggunaan bahasa melayu sudah mulai diterapkan di sekolah di kabupaten karimun, hal ini sebagai pendorong pelestarian budaya lokal
Penulis: Fairoz Zamani | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Penerapan penggunaan bahasa melayu di setiap hari Jumat mulai dilakukan di sekolah di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Jumat, (10/4/2026).
Salah satu Sekolah yang sudah menerapkan yaitu Sekolah Dasar Negeri (SDN) 006 Meral.
Sekolah yang memiliki 468 pelajar tersebut mulai membiasakan menerapkan berkomunikasi menggunakan bahasa melayu secara intens sejak hari ini.
Hal ini dilakukan sebagai langkah menindak lanjuti Surat Edaran Bupati Karimun Nomor 100.3.4/DISDIKBUD/0853/2026.
Surat edaran ini mendapatkan respons yang positif, khususnya Pihak Sekolah SDN 006 Meral.
Salahsatu Wali Kelas SDN 006 Meral Sri Wulan Andriani mengatakan setelah setelah mendapatkan surat edaran pihak sekolah mengadakan rapat imternal dan menyusun skema dan perencanaan agar kebijakan tersebut tidak hanya sekedar formalitas.
“Kemarin kami sudah rapat dengan Kepala Sekolah dan guru guru tentang surat edaran itu, dan hari dah mulai kita terapkan,” tutur Sri Wulan Andriani Jumat (10/4/2026).
Ia juga menambahkan penerapan Bahasa Melayu tidak hanya berbentuk komunikasi akan tetapi juga akan diadakan dalam kegiatan kegiatan lainnya yang disisipi dengan budaya Khas Melayu.
Seperti sebelum masuk kedalam kelas anak anak akan dibimbing untuk menampilkan seperti Pantun, Puisi maupun Syair.
"Sebelum masuk ke kelas, para siswa dibimbing untuk unjuk kebolehan dalam tiga bidang utama seperti berpantun, puisi, dan syair," tambahnya.
Program Pelestarian Budaya Melayu ini bagi SDN 006 Meral bukan hal yang baru.
Karena sebelum surat edaran Bupati Karimun secara resmi dikeluarkan SDN 006 Meral dalam kesehariannya sudah menggunakan Budaya Melayu dari segi komunikasi maupun di Pelajaran Muatan Lokal.
Ferista Fardisa, Wali Kelas SDN 006 Meral mengatakan mayoritas siswa sudah terbiasa dengan berbahasa Melayu.
Hal ini dikarenakan rata rata orangtua siswa merupakan suku asli melayu atau sudah lama merantau di Kabupaten Karimun.
“Karena bahasa melayu bahasa khas kita jadi sangat penting jika diterapkan sejak dini apalagi siswa kita ini banyak dari suku suku yang lainnya. Mungkin mereka ketika dirumah menggunakan bahasa dari keluarga mereka seperti suku Tionghoa atau suku lainnya, jadi di sekolah ini kita biasakan mereka berbahasa melayu,” jelas Ferista.
Kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Karimun ini merupakan upaya konkret untuk membentengi identitas budaya lokal di tengah gempuran era modernisasi.
Melalui edaran ini, Pemerintah Kabupaten Karimun berharap generasi muda tidak hanya mahir dalam berbahasa asing atau bahasa gaul, tetapi juga memiliki akar yang kuat terhadap budaya asalnya. (TribunBatam.id/Fairoz Zamani)
| Prakiraan Cuaca Karimun Hari Ini Jumat 10 April 2026, Ada Potensi Hujan Siang dan Malam Hari |
|
|---|
| Harga Plastik di Karimun Naik 15 Persen, Pedagang Kecil Menjerit: Modal Membengkak |
|
|---|
| Pemkab Karimun Dorong Berbahasa Melayu, Dorong Identitas Budaya Lokal |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kabupaten Karimun Hari Kamis 9 April 2026, BMKG: Ada Potensi Hujan |
|
|---|
| Siap-siap, Harga BBM NonSubsidi Bisa Naik, Bahlil : Sedang Dihitung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Penerapan-Budaya-Bahasa-melayu-Di-Karimun.jpg)