Selasa, 28 April 2026

GAS 3 KG DI MORO KARIMUN LANGKA

Viral di Medsos, Warga Moro Karimun Protes LPG 3 Kg Langka, Camat Ungkap Penyebabnya

LPG 3 Kg langka di Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun dan menuai protes warga. Pihak kecamatan ungkap penyebab kelangkaan LPG yang terjadi

Penulis: Fairoz Zamani | Editor: Dewi Haryati
Istimewa/Fairoz Zamani
KELANGKAAN GAS LPG 3 KG - Foto ilustrasi Gas LPG 3 kilogram. Video warga Moro Karimun protes LPG 3 kg langka sempat viral di medsos. Ini penjelasan camat 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Gas LPG 3 kg sempat langka di Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Kejadian ini pun memicu protes dari warga setempat dan viral di media sosial (medsos).

Dalam video yang beredar, sejumlah warga Moro mendatangi sebuah pangkalan gas dan melancarkan protes terhadap distributor yang diduga tidak adil dalam penyaluran LPG 3 kg. 

“Pemerintah ambil tahulah, tolong ambil tindakan, dekat kedai kopi ada, untuk kami tak ada,” ujar Jo di salah satu akun medsos pada Rabu (15/4/2026). 

Dikonfirmasi terkait kejadian ini, Camat Moro, Andri Winarta membenarkan situasi yang terjadi.

Ia mengatakan kelangkaan LPG 3 kg dipicu kendala teknis pada rantai distribusi, bukan kesengajaan pihak pangkalan.

Di Kecamatan Moro sendiri terdapat tiga pangkalan gas. Namun dua pangkalan di antaranya mengalami keterlambatan distribusi. 

“Kami sudah turun ke lapangan. Di Moro sendiri mempunyai tiga pangkalan dan dua pangkalan mengalami keterlambatan distribusi karena kapal pengangkut rusak,” ujar Andri saat dihubungi Tribunbatam.id, Jumat (17/4/2026) siang.

Ia melanjutkan, dikarenakan dua pangkalan tidak mempunyai stok LPG 3 kg, alhasil warga menumpuk di satu pangkalan. Hal ini pula yang membuat banyak warga tidak kebagian gas LPG 3 kg. 

“Di vidio yang beredar itu merupakan satu satunya pangkalan yang disebut ada stok gas LPG, tetapi karena permintaan yang banyak, di pangkalan tersebut pun mengalami kekosongan,” katanya. 

Andri juga menegaskan, isu-isu yang mengatakan adanya pilih kasih itu tidak benar. Disampaikannya, pangkalan yang mempunyai stok akan cenderung mengutamakan pelanggan tetap. 

“Biasanya pangkalan ini memprioritaskan yang memang pelanggan utama mereka terlebih dahulu, tapi ke depannya kami akan mengevaluasi tentang sistem pendistribusian ini,” tutur Andri. 

Pemerintah Kecamatan Moro juga telah meminta dinas terkait untuk memperbaiki sarana pengangkut, agar pasokan tidak terlambat serta mengusulkan penambahan kuota gas LPG 3 kg khusus untuk wilayah Moro.

“Kami juga akan memanggil seluruh pemilik pangkalan pada awal pekan depan untuk melakukan evaluasi terhadap pendistribusian,” katanya. 

Informasi yang didapat, distribusi gas LPG 3 kg di Moro sudah stabil. Pihak Kecamatan Moro sudah berkoordinasi terkait masalah ini dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan ESDM Kabupaten Karimun.

(TribunBatam.id/Fairozzamani

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved