Selasa, 19 Mei 2026

BP3MI Kepri Launching Gerakan Nasional Pekerja Migran Aman di Karimun

Gerakan Nasional Migran Aman bertujuan para pekerja migran aman menjadi prioritas, hal ini karena para pekerja migran menjadi pahlawan devisa

Tayang:
Penulis: Fairoz Zamani | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Fairoz Zamani
GERAKAN MIGRAN AMAN - Pencanangan Gerakan Nasional Migran Aman oleh BP3MI Kepulauan Riau di lakukan di Gedung Nasional Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin (18/5/2026). 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Pencanangan Gerakan Nasional Migran Aman oleh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau dilakukan di Gedung Nasional, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin (18/5/2026).

Kegiatan ini memiliki tujuan pekerja migran aman menjadi prioritas. 

Hal ini karena para pekerja migran menjadi pahlawan devisa. Oleh karena itu pahlawan devisa harus mendapatkan perlindungan yang baik.

Selain itu masih banyaknya terjadi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). khususnya diwilayah Kepulauan Riau yang menjadi tolak ukur karena dari segi geografis secara nasional Kepulauan Riau cukup strategis dan cukup dekat.

Kepala BP3MI Provinsi Kepri, Kombes Pol Imam Riyadi, mengungkapkan bahwa program dari kementerian yang baru terbentuk ini dirancang agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Khususnya di wilayah perbatasan sekaligus memberikan jaminan perlindungan paripurna bagi warga yang mencari nafkah di luar negeri. 

Ia juga menyampaikan nanti para calon PMI akan dilengkapi dengan Kartu Elektronik Pekerja Migran Indonesia (E-PMI) sebagai identitas resmi dan alat proteksi digital.

“Tahun 2026 ini secara nasional ada target 500 ribu PMI yang akan diberangkatkan secara prosedural. Untuk Kepri sendiri, target penempatan tahun ini adalah 3.000 orang dan empat hingga April tahun 2026, sudah menyentuh 1.327 orang,” ungkap Imam Riyadi, Senin (18/5/2026). 

Ia juga menjelaskan bahwa di Tahun 2025 terdapat 2.849 kasus pengaduan PMI secara Nasional dan 41 kasus terdapat di Kepulauan Riau.

“Ini menjadi peringatan keras bagi semua piha dan fokus kita saat ini bergeser pada bagaimana memberikan edukasi dan informasi yang jelas, sehingga calon PMI paham cara bekerja yang aman,” tambahnya.

Sementara itu, Perwakilan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, Leni Marliani, menjelaskan gerakan ini merupakan langkah awal yang krusial untuk membangun lingkungan migran yang sehat. 

“Gerakan ini bisa menjadi program menciptakan ekosistem migran yang sehat dan legal. Bahwa migrasi yang aman lebih dari sekedar perlindungan hukum, akan tetapi menjaga martabat pekerja migran kita," ucap Leni Marliani. 

ia juga mengatakan proses migrasi yang aman harus dimulai dari kesadaran untuk tidak memilih proses yang instan.

"Mari kita jadikan gerakan hari ini sebagai momentum untuk memastikan setiap anak bangsa yang bekerja di luar negeri bisa bekerja dengan tenang," tutupnya. 

Pada Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh perwakilan dari Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kabupaten karimun serta Forkopmida Kabupaten Karimun(TribunBatam.id/Fairoz Zamani) 

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved