Ledakan Pesawat di Batam
Korban Pesawat Qantas Diminta Sabar Menunggu
Saat ini pihak Qantas sedang melakukan proses evaluasi dari pengecekan di lapangan
TRIBUNNEWSBATAM, BATAM - Masyarakat yang menjadi korban dari serpihan besi pesawat Qantas yang meledak di langit Batam beberapa waktu lalu diminta bersabar menunggu. Saat ini pihak Qantas sedang melakukan proses evaluasi dari pengecekan di lapangan, baik rumah maupun barang lainnya yang tertimpa serpihan mesin pesawat tersebut.
Qantas akan memberikan penggantian dari benda-benda yang rusak akibat kecelakaan udara tersebut. Namun, hingga saat ini, baik Qantas maupun pihak berwenang lainnya masih menunggu hasil dari evaluasi lapangan untuk menentukan kelayakan serta besaran penggantian yang akan diberikan oleh pihak Qantas.
"Ganti rugi itu masih dalam proses. Kata pihak Qantas, mereka masih melakukan evaluasi dari hasil pemeriksaan lapangan," ujar Kapolresta Barelang Kombes Eka Yudha S kepada wartawan, Senin (13/12). Ia berharap masyarakat bersabar terlebih dahulu sembari memberikan kesempatan kepada pihak Qantas untuk melakukan evaluasi.
Adapun besaran ganti rugi, tambah Eka, itu sangat bergantung dengan besaran kerugian yang dialami masyarakat. Adapun bentuk penggantiannya, sebagaimana keterangan pihak Qantas yang disampaikan kepada Eka, bisa melalui tranfer ataupun diberikan langsung pada pemilik barang yang mengalami kerusakan. "Sabar saja dulu, katanya, mereka masih dalam tahap evaluasi dan penghitungan," ujar Eka mengakhiri.
Pesawat milik maskapai penerbangan swata di Australia ketika itu baru saja take off dari bandara international Changi. Namun, ketika masih berada di langit Batam, salah satu mesin pesawat mengalami kerusakan dengan ledakan keras di udara.
Akibatnya, beberapa serpihan besi berceceran di sekitar Batam Centre dan tidak sedikit yang menghantam rumah warga, bahkan ada yang mengenai mobil. Untungnya, tidak ada korban jiwa pada peristiwa yang menghebohkan itu, baik dari penumpang Qantas maupun warga Batam.