Terminal Sipil Bandara Lanud Natuna Rampung, Garuda Indonesia akan Masuk
Terminal Bandara Sipil (Enclave Sipil) di Lanud Ranai secara teknis dianggap sudah rampung.
Laporan Tribunnews Batam, M Ikhsan
TRIBUNNEWSBATAM.COM, NATUNA - Terminal Bandara Sipil (Enclave Sipil) di Lanud Ranai secara teknis dianggap sudah rampung.
Sekretaris Dishubkominfo Natuna M Amin menuturkan, beberapa maskapai penerbangan secara lisan sudah menyatakan ketertarikan untuk masuk ke Natuna dengan tambahan infrastruktur ini, salah satunya adalah Garuda Indonesia.
"Pembangunan terminal bandara itu sebenarnya sudah selesai, tinggal melengkapi beberapa finishing dan administrasi, menunggu diresmikan. Ada maskapai yang berencana masuk salah satunya Garuda Indonesia, kendati mereka berencana menggunakan pesawat Jenis ATR 72-600, ada komunikasi lisan sejauh ini," kata Amin, Jumat (11/9/2015).

Beberapa pengerjaan akhir kini masih dilaksanakan pihak kontraktor.
Menurut Amin tahapan ke depannya, akan ada serah terima pengerjaan dari kontraktor pelaksana ke pengguna anggaran dan selanjutnya serah terima aset ke Pemkab.
Nantinya, aset terminal sipil ini akan dihibahkan Pemkab Natuna ke Dirjen Perhubungan Udara untuk dikelola.
Pihak Kemenhub yang akan mengelola terminal dan sekaligus jalur penerbangan di Natuna sesuai standar penerbangan sipil nasional.
"Kalau untuk hibah aset ke Dirjen itu mungkin butuh waktu sekitar satu tahun berjalan. Tapi bukan berarti operasionalnya harus menunggu proses hibah itu. Setelah enclave sipil rampung tetap akan dioperasikan segera. Kemenhub akan menugaskan pegawai di level atas saja, seperti Ka Bandara dan beberapa lini penting lainnya," ungkap Amin.
Dengan pengelolaan sesuai standar penerbangan sipil nasional, diharapkan rute lainnya muncul dari maskapai yang masuk.
"Tinggal nanti peningkatan kapasitas bandara, rencananya akan ada overlay runway dan pelebaran, ya kalau itu ada, pesawat-pesawat yang bisa masuk pun bisa lebih bervariasi," tambahnya lagi.
Namun ditegaskan Amin, minat maskapai melirik suatu daerah untuk membuka rute bisnis penerbangan berbanding lurus dengan beberapa faktor seperti ekonomi, investasi dan pariwisata.
Hal ini yang perlu diperhatikan.
"Ini menjadi tugas kita lagi untuk mengembangkan daerah, penerbangan kan melirik prospek itu. Kalau mereka rasa tidak menguntungkan ya sama saja, ini jadi pekerjaan kita bersama," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/terminal-sipil-bandara-lanud-ranai-natuna_20150911_152235.jpg)