BATAM TERKINI
Pengusaha Forwading Batam Cemas Biaya Jasa Kapal Naik
Pengusaha sektor forwarding cemas dengan kenaikan biaya jasa kapal atau ocean freight di Pelabuhan Batam
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kenaikan biaya jasa kapal atau ocean freight di Pelabuhan Batam memicu polemik.
Pengusaha sektor forwarding cemas dan menyayangkan kenaikan di tengah situasi global yang sedang tidak menentu.
Adapun kenaikan ocean freight mencakup Rp 1 juta untuk kontainer 20 feet dan Rp 2 juta untuk kontainer 40 feet untuk rute Jakarta-Batam, Medan-Batam, dan sebaliknya.
Ketua DPC Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (Alfi/Ilfa) Batam Apin Maradonal menyatakan sangat menyayangkan kebijakan kenaikan jasa.
"Saya sudah mengecek sendiri ke lapangan, sudah ada kenaikan Rp1 juta untuk kontainer 20 feet dan Rp 2 juta untuk kontainer 40 feet untuk jasa ocean freight," ungkapnya pada Minggu (12/5/2024).
Masalahnya adalah, sebelum kebijakan kenaikan jasa diberilakukan, pihak asosiasi sudah bertanya kepada pihak pelayaran apakah akan ada kenaikan atau tidak.
Apin mengatakan, pihak perusahaan pelayaran waktu itu memberikan jawaban bahwa tidak akan ada kenaikan. Namun, setelah itu mereka mengecek di lapangan telah terjadi kenaikan tanpa informasi resmi.
Baca juga: Proyek Container Yard di Pelabuhan Batu Ampar Batam Diestimasi Selesai 15 Bulan
"Padahal, saya pribadi telah melakukan komunikasi dan memanggil para kepala cabang untuk konfirmasi terkait isu kenaikan, tapi mereka menjawab bahwa sama sekali tidak akan ada kenaikan,"kata Apin.
Dengan kenaikan yang sudah terjadi, Apin mengaku menyesalkan tindakan perusahaan pelayaran yang seolah tidak menganggap kehadiran Alfi/Ilfa sebagai asosiasi yang beranggotakan para pengusaha forwarding.
Menurut Apin, aktivitas di Pelabuhan Batuampar sangat beragam, mulai dari masuknya logistik seperti bahan makanan, kebutuhan pokok, barang sekunder seperti semen, besi, bajaringan, pupuk, dan lainnya yang berasal dari Jakarta dan Medan.
Selain itu, ada juga aktivitas transitment dari Singapura ke Batam dan dari negara tetangga lainnya, serta direct call feeder SITC China via Batam dan Batam via China yang merupakan hasil kerjasama pemerintah dengan BUMN untuk menurunkan biaya logistik ekspor impor di Batam.
"Karena itu, kita terus berupaya agar isu kenaikan ini jangan menimbulkan keresahan apalagi mengganggu iklim investasi," ucap Apin.
Dalam dua minggu terakhir, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Batam terus memantau permasalahan kenaikan karena banyak faktor yang dapat mempengaruhinya, seperti situasi global pasca pemilihan presiden dan menjelang pemilihan gubernur Kepri serta walikota Batam pada Oktober 2024.
Pihak pengusaha berupaya memastikan apakah perang Iran-Israel akan berdampak pada kenaikan harga atau setelah lebaran harga yang dinaikkan akan diturunkan kembali.
Apin telah melaporkan permasalahan kenaikan tarif ocean freigt kepada DPP Apindo Kepri, KADIN Batam, dan Ketua DPW Alfi Kepri untuk menentukan langkah selanjutnya.
| Terungkap Identitas Pria Paruh Baya yang Ditemukan Tewas di Batam, Warga Pasar Jodoh Heboh |
|
|---|
| Kasat Reskrim Polresta Barelang Raih Penghargaan Kapolda Kepri Usai Ungkap Kasus PMI Ilegal |
|
|---|
| Penemuan Mayat Pria di Batam, Ditemukan Sudah Kaku Ditumpukan Sampah Dekat Pasar Jodoh |
|
|---|
| Dari Baloi Hingga Tanjung Uncang, Jejak Pencuri Kabel PLN di Batam Dibongkar Polisi |
|
|---|
| Aksi Komplotan Rayap Besi di Batam Kian Meresahkan, Trafo 150 Kg Milik PLN Diangkut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1305_Apin.jpg)