Kamis, 9 April 2026

Asosiasi Logistik Minta Pengiriman Kargo Batam - Korea Selatan Dibuka

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DPC Kota Batam mendorong percepatan pengiriman kargo langsung dari Batam ke Korea Selatan.

Beres
Ketua ALFI DPC Batam, Yasser Hadeka Daniel dan Bea Cukai serta Kemenkeu saat diskusi publik akhir tahun  

TRIBUNBATAM.ID,BATAM - Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DPC Kota Batam mendorong percepatan pengiriman kargo langsung dari Batam ke Korea Selatan. 

Hal ini dilakukan mengingat telah tersedia penerbangan reguler Batam - Korea Selatan. 

“Ini peluang besar, namun belum berhasil dimanfaatkan perusahaan logistik di Batam. Sejauh ini terkendala di Bea Cukai dan otoritas Bandara,” ujar Ketua ALFI DPC Batam, Yasser Hadeka Daniel, usai diskusi akhir tahun dengan pengusaha, asosiasi, perwakilan dari Bea Cukai (BC), dan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) di Harborbay, Kamis (5/12).

Padahal, lanjut dia Batam sudah memiliki potensi besar untuk menjadi hublogistik internasional, tapi banyak faktor yang perlu dibenahi, salah satunya adalah infrastruktur pelabuhan. 

“Untuk Direct Call dari Batam ke Korea kami sangat berharap segera terealisasi. Sebab, sampai saat ini masih harus melalui Cengkareng. Padahal, pengiriman langsung ke Korea bisa lebih efisien dan membuka jalur ekspor ke seluruh dunia,” kata Yasser. 

Menurutnya, penerbangan langsung dari Batam ke Korea akan mempermudah dan mempercepat distribusi barang, sekaligus mengurangi biaya logistik.

Saat ini Batam telah memiliki jalur Direct Call menuju China, yang membawa dampak positif meski data terkait volume pengiriman masih perlu dipastikan. 

Berangkat dari itu, Batam bisa memperluas jaringan ekspor, tidak hanya ke China, tapi juga ke pasar-pasar potensial lainnya seperti Afrika, Eropa Timur, dan Amerika Selatan. 

"Kami juga berharap regulasi yang ada bisa mendukung pertumbuhan sektor logistik dan membuka peluang lebih besar bagi pengusaha lokal," tambah Yasser.

Yasser menyampaikam salah satu tantangan besar yang dihadapi Batam saat ini adalah infrastruktur pelabuhan yang belum sepenuhnya mendukung sebagai hub logistik internasional. 

Crane dan keterbatasan fasilitas penumpukan menjadi sorotan.

Namun, menurut Yasser, perbaikan terus dilakukan, salah satunya dengan menyiapkan tempat penumpukan kontainer yang lebih baik dan nyaman di Batu Ampar.

“Peningkatan memang belum terlalu signifikan, namun diskusi terus dilakukan untuk mencari solusi. Insya Allah, minggu depan sudah ada tempat penumpukan baru yang lebih baik untuk kontainer domestik LCL,” katanya.

ALFI berharap agar pengusaha, asosiasi, dan pemerintah terus berkolaborasi untuk menciptakan regulasi yang tepat, guna mendukung Batam menjadi hub logistik yang lebih efisien, terutama dalam memanfaatkan Direct Call dan penerbangan langsung untuk pengiriman barang ke luar negeri. 

Kepala seksi bimbingan Kepatuhan bea cukai Batam Teguh mengatakan, semua regulasi sedang disiapkan agar potensi pendapatan negara melalui kargo bisa terealisasi. 

"Kami lagi bahas. Memang kedepan itu yang akan kami lakukan. Tapi semua bukan di kami, kami hanya pengawasan. Tentu kalau di bahas dan sudah ada regulasinya bisa terealisasi," kata dia. (TRIBUNBATAM.ID/bereslumbantobing)

Tags
Batam
kargo
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved