Mendengar dengan Hati, Memperjuangkan dengan Aksi, H Bahktiar Sambut Reses DPRD Kepri
Menurut Waka DPRD Kepri H Bahktiar, reses adalah ruang temu. Tempat warga tidak hanya memberikan daftar usulan, tetapi juga menitipkan harapan.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Masa reses bukan sekadar agenda rutin dalam kalender parlemen bagi Wakil Ketua DPRD Kepri H Bahktiar.
Kegiatan yang akan berlangsung mulai 20 April hingga 3 Mei 2026 itu dinilai menjadi "jembatan" paling murni antara harapan rakyat dan kebijakan pemerintah.
"Sebagai Wakil Ketua III DPRD Kepri, saya melihat reses di Dapil IV (Bengkong, Batu Ampar, Lubuk Baja, dan Batam Kota) bukan hanya kewajiban formal yang diatur oleh UU No. 17 Tahun 2014," kata Bahktiar dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunbatam.id, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, reses adalah ruang temu. Tempat di mana warga tidak hanya memberikan daftar usulan, tetapi juga menitipkan harapan.
Dalam setiap pertemuan, suasananya selalu terasa personal.
Ada warga yang berbicara dengan nada tegas menuntut perubahan, ada pula yang menyampaikannya secara pelan dan hati-hati.
"Namun, pesannya selalu sama. Mereka ingin didengar dan dipahami," ujarnya.
Masalah yang muncul biasanya sangat nyata dan menyentuh keseharian. Mulai dari urusan drainase yang menghantui saat hujan, akses pendidikan dan kesehatan yang merata, hingga keresahan orang tua mengenai peluang pekerjaan serta masa depan anak-anak mereka di Batam.
"Perlu saya tegaskan, tugas saya saat reses bukan hanya sekadar hadir dan mencatat. Saya memegang amanah untuk menyerap, mengawal, dan memperjuangkan," kata politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.
Suara-suara dari setiap titik reses di empat kecamatan itu pula nantinya yang akan diterjemahkannya menjadi usulan nyata dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokpir) DPRD.
"Itulah bahan baku utama yang akan saya "tempur" kan dalam pembahasan bersama pemerintah daerah agar masuk dalam program pembangunan yang konkret," tutur Bahktiar.
Reses Masa Sidang Kedua ini adalah komitmennya untuk memastikan kebijakan yang lahir di gedung dewan bukanlah hasil imajinasi pejabat, melainkan jawaban atas keringat dan harapan masyarakat di lapangan.
"Sampai bertemu di titik-titik reses. Mari kita susun masa depan Batam yang lebih baik, bersama-sama," katanya. (*)
| RSBP Batam Raih Sertifikasi ISO 9001:2015, Perkuat Layanan Medis Berstandar Internasional |
|
|---|
| Penemuan Mayat Pria di Batam, Ditemukan Sudah Kaku Ditumpukan Sampah Dekat Pasar Jodoh |
|
|---|
| Niat Berobat dari Batam, Perjalanan Penumpang KMP Sembilang Berakhir Duka |
|
|---|
| Misteri Kematian Ibu dan Bayi di Kos Batam, Polisi Tunggu Hasil Pemeriksaan Forensik |
|
|---|
| Ketua RT Ungkap Dugaan JPB Melahirkan di Kamar Mandi Kos Batam Sebelum Meninggal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/08042026Waka-DPRD-Kepri.jpg)