Selasa, 2 Juni 2026

KECELAKAAAN DI BATAM

Marka Jalan dan Penggunaan Lajur di Batam Jadi Atensi Seiring Maraknya Kecelakaan di Batam

Marka jalan dan pemanfaatan lajur di Batam jadi sorotan seiring maraknya kecelakaan di Batam belakangan ini, dan korbannya banyak meninggal

Tayang:
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Dewi Haryati
Ucik Suwaibah/Tribun Batam
JALANAN DI BATAM - Potret Jalan 5 Lajur di Batam. Kecelakaan di Batam yang sering terjadi belakangan ini membuat warga mulai menyoroti soal marka jalan dan pemanfaatan lajur. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kecelakaan di Batam yang sering terjadi belakangan ini membuat warga mulai menyoroti soal marka jalan dan pemanfaatan lajur.

Sebagai informasi, jalan di Batam kini banyak yang sudah menggunakan lima lajur. Namun di lapangan, masih banyak pengendara yang belum memahami pembagian lajur di jalan utama Batam.

"Banyak yang nggak paham soal lima lajur di Batam ini. Kadang pemotor malah ambil kanan padahal jalan pelan. Alasannya biar gampang U-turn, tapi kan itu salah," ujar Riki, pengendara motor asal Sei Beduk, Selasa (2/9/2025).

Ia melanjutkan, masih banyak pengendara yang tidak menyesuaikan lajur dengan kecepatan kendaraan. Bahkan ada yang mengendarai motor pelan, namun mengambil lajur tengah. 

"Terus juga bawa motor pelan malah ambil lajur 3, agak ngeri juga itu. Padahal lajur itu buat kendaraan cepat. Itulah kenapa banyak laka lantas (kecelakaan lalu lintas) walau pun jalan lebar," katanya menilai.

Selain soal lajur, pekerja di kawasan Batu Ampar ini juga menyinggung keberadaan truk besar dan kontainer yang masih sering lalu lalang di jam padat. 

"Truk ban 16 itu sering banget papasan pas jam kerja. Serem juga, apa nggak ada jam operasional khususnya? Itu harusnya juga jadi masukan aturan jam operasional di Batam ini," ujrnya.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Kota Batam bersama stakeholder terkait memastikan langkah penataan lalu lintas bakal dipertegas lewat marka dan penunjuk penggunaan lajur.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan pihaknya telah meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Batam berkoordinasi intens dengan Satlantas Polresta Barelang untuk memastikan marka jalan sesuai standar. 

Hal ini, kata pria kelahiran Sungai Buluh Lingga itu, menjadi langkah antisipasi agar kecelakaan serupa tidak kembali terjadi.

"Saya minta Kadishub berkoordinasi dengan Satlantas untuk memastikan marka-marka jalan sesuai aturan. Karena di daerah itu memang rawan, ada turunan dan lampu merah. Jadi kita lihat apa rambu yang harus dilengkapi," ujar Amsakar kepada TribunBatam.id, Senin (1/9/2025).

Ditanya soal penggunaan jalan lima lajur di Batam yang belum banyak dipahami pengendara, menurutnya, hal itu akan dibicarakan lebih lanjut sembari Dishub menuntaskan kewajiban KIR kepada perusahaan angkutan.

Sementara itu, Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, mengatakan pihaknya bersama dinas terkait akan memasang rambu petunjuk penggunaan lajur.

"Untuk penggunaan lima lajur di jalan Batam ini akan dilaksanakan pemasangan rambu petunjuk. Prosesnya bertahap, sedang dibahas, dan dikoordinasikan dengan Dishub," kata Zaenal.

Ia menyebut selain rambu berdiri di pinggir jalan, juga akan ada penandaan khusus untuk lajur kendaraan roda dua, roda empat, dan seterusnya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved