BATAM

Aksi Kamisan Perdana Digelar di Engku Putri Batam, Merawat Ingatan Isu Pelanggaran HAM di Indonesia

Puluhan mahsasiswa, aktivis,  dan masyarakat sipil berpakaian serba hitam berkumpul di gerbang utara Alun-alun Engku Putri, Batam, Kamis (4/9/2025)

Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Mairi Nandarson
TRIBUNBATAM.id/UCIK SUWAIBAH
AKSI KAMISAN DI BATAM - Aksi kamisan perdana digelar di dataran Engku Putri, Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis (4/9/2025) 

Laporan Wartawan Tribun Batam, Ucik Suwaibah 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Puluhan mahsasiswa, aktivis,  dan masyarakat sipil berpakaian serba hitam berkumpul di gerbang utara Alun-alun Engku Putri, Batam, Kamis (4/9/2025) sore. 

Payung hitam terbuka, poster-poster bertuliskan pesan HAM ditempel dan foto-foto korban pelanggaran HAM terpampang jelas di hadapan publik.

Sejak pukul 16.00 WIB, massa aksi Kamisan Batam menggelar orasi, doa bersama, hingga pembacaan puisi. 

Rangkaian ditutup dengan tabur bunga dan penyalaan lilin untuk mengenang tokoh dan korban pelanggaran HAM.

Mulai dari Munir, Marsinah, korban Tragedi Semanggi 1998, hingga Affan Kurniawan, driver online yang meninggal usai dilindas rantis Brimob saat aksi demo di Jakarta, 28 Agustus 2025 lalu, serta beberapa demonstran yang gugur saat aksi di beberapa wilayah di Indoensia.

Di lokasi, banner besar bertuliskan #MenolakLupa dan #Merawatingatan membentang di pagar alun-alun.

Banner lain bertulisan "Berdiri Tegak Melawan Impunitas" menjadi pengingat bahwa perlawanan terhadap ketidakadilan masih terus hidup.

Salah satu peserta aksi, Respati H menyebut kegiatan ini sebagai langkah awal masyarakat sipil di Kepuluan Riau untuk ikut menyuarakan isu HAM.

"Aksi Kamisan pada hari ini merupakan aksi perdana. Ini bukan sekadar formalitas, tapi bentuk menolak lupa dan merawat ingatan terhadap setiap pelanggaran HAM berat yang terjadi di Indonesia," ujar Respati. 

Menurut Respati, aksi di Batam berangkat dari semangat Kamisan di Jakarta yang sudah berjalan 18 tahun. 

Ia menegaskan, Kamisan Batam tidak memiliki koordinator tunggal, melainkan gerakan kolektif masyarakat sipil.

"Kami sampaikan, kami akan terus continue dengan gerakan kolektif dan kami tegaskan aksi kamisan kami ini tdk ada koordinator untuk mengklaim ini kepentingan pribadi," tambahnya.

Aksi kamisan di Batam
Aksi kamisan di Batam (Ucik Suwaibah/Tribun Batam)

Aksi ini rencananya akan rutin digelar setiap Kamis, sebagaimana yang dilakukan di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, sebagai pengingat bahwa pelanggaran HAM berat di Indonesia belum sepenuhnya tuntas.

Peserta lain, Ali Denis, menambahkan bahwa Aksi Kamisan di Batam masih bersifat simbolik. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved