Jumat, 24 April 2026

Kecelakaan di Batam

Laka Maut Nissan G-TR di Batam, Keluarga Hutapea dan Brandon Berdamai

Keluarga korban, Sondang Boru Hutapea dan keluarga pengendara mobil Nissan GT-R BP 77 KV, Brandon Yeoh telah melakukan kesepakatan perdamaian. 

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Eko Setiawan
Dok. Sata
Kolase Nissan GT-R hitam dan Mio yang terlibat laka maut di Jalan Ahmad Yani, Selasa (19/8/2025) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Ahmad Yani, Simpang Frangky, Batam Center, Selasa (19/8) lalu telah menemukan titik terang. 

Keluarga korban, Sondang Boru Hutapea dan keluarga pengendara mobil Nissan GT-R BP 77 KV, Brandon Yeoh telah melakukan kesepakatan perdamaian. 

Perdamaian dilakukan di rumah keluarga korban, di bilangan Bengkong Sadai, Jumat (5/9) 

Suami korban, Herry Sihaloho, menyampaikan bahwa kesepakatan damai dibuat atas dasar keikhlasan kedua belah pihak.

"Tidak ada unsur paksaan dalam perdamaian ini. Kami berharap masalah ini cukup diselesaikan sampai di sini, tidak perlu berlanjut ke perdata atau pidana. Kami sudah saling menerima dan memaafkan,” ujarnya, Jumat (5/9).

Herry menuturkan, usai peristiwa nahas itu, keluarga Brandon langsung menemui keluarga korban di RS Bhayangkara Batam untuk menyampaikan belasungkawa.

"Sekitar pukul 14.00 WIB hari itu juga, keluarga Brandon datang menemui kami di rumah sakit. Mereka menyampaikan rasa duka mendalam, dan kami menerimanya dengan lapang dada,” jelas Herry.

Pertemuan pertama itu menjadi awal komunikasi yang baik antara kedua keluarga. Setelah jenazah Sondang dimakamkan di kampung halaman, mereka kembali bertemu di Batam. Pertemuan berlangsung secara kekeluargaan hingga akhirnya sepakat berdamai.

“Pertemuan kedua lebih banyak bicara dari hati ke hati. Kami saling terbuka dan akhirnya sepakat menyelesaikan semuanya secara damai,” kata Herry.

Adik korban, Adi Putra Hutapea, menegaskan keluarga besar Hutapea telah ikhlas menerima musibah tersebut.
“Kami sepakat berdamai dengan keluarga Brandon. Pihak keluarga sudah menerima dan ikhlas,” ucapnya.

Hal senada disampaikan ibu korban, Martha Boru Napitupulu. Meski berat, ia menerima kejadian itu sebagai takdir.

“Sebagai orang beriman, kami harus ikhlas. Ini sudah kehendak Tuhan. Kami berdamai dengan keluarga pelaku, dan berharap semua selesai sampai di sini,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved