Batam Terkini
Panen Perdana Budidaya Lobster di Batam Capai 1,7 Ton, Menteri KKP Sebut Optimisme Baru
Panen perdana budidaya lobster menghasilkan sekitar 1,7 ton, di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Pulau Setokok, Bulang, Kota Batam, Kepulauan Riau
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Panen perdana budidaya lobster menghasilkan sekitar 1,7 ton, di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Pulau Setokok, Bulang, Kota Batam, Kepulauan Riau, pada Rabu (10/9/2025).
Momen ini dihadiri langsung oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming, Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, beserta jajaran forkopimda.
Dalam sambutanny, Trenggono mengatakan capaian tersebut sebagai tonggak baru bagi Indonesia.
Pria 62 tahun itu optimistis, budidaya lobster bisa menjadi kekuatan besar sektor perikanan nasional.
"Ini adalah tonggak sejarah baru untuk Indoensia. Kita ingin Indonesia tidak kalah dengan negara lain, terutama dalam budidaya lobster," ujar Trenggono.
Ia menjelaskan, program modeling budidaya lobster di BPBL Batam telah berjalan sejak Oktober 2024.
KKP membangun ekosistem budidaya lobster yang terintegrasi dari hulu (pembibitan) hingga panen.
Sebanyak 33.143 ekor benih ditebar di unit pendederan dengan tingkat kelangsungan hidup lebih dari 80 persen sebelum dipindahkan ke keramba jaring apung.
Politisi Partai Amanat Nasional ini juga menyebut panen perdana ini tak lepas dari riset dan uji coba yang trlah dilakukan.
"Sudah 2 tahun ini kita bekerja untuk kemudian kita punya optimisme yg tinggi bahwa Indonesia dalam kurun waktu kedepan kita akan menjadi kuat," tambhanya.
Ia melanjutkan, hasil uji coba dan riset yang dilakuakn menunjukkan potensi alam Indonesia yang luar biasa, utamanya mengenai bibit lobster.
"Berbincang dengan Pak William (ahli yang melakukan riset), beliau mengatakan tidak usah mikirin hatchery. Menurut beliau alam kita menyediakan ratusan milyar bibit yang bisa kita langsung besarkan, dan itu bisa memberikan manfaat yang sangat besar bagi kita," tegasnya.
Trenggono menegaskan, potensi besar itu harus menjadi kekuatan ekonomi baru, terutama di wilayah kepulauan seperti Kepri.
"Dengan bibit melimpah yang kita miliki, peluang ekonomi sektor ini sangat besar. Pasar seafood dunia mencapai 414 miliar dolar, Indonesia baru sekitar 5 miliar dolar. Potensi ini harus kita kejar," tuturnya.
Selain lobster, BPBL Batam juga membudidayakan ikan bawal bintang, kerapu, kakap putih hingga ikan hias.
| Karambit Jadi Senjata Penusukan di Nagoya Batam, Korban Jalani Belasan Jahitan |
|
|---|
| Alasan Orang Tua Sakit Lalu Gadaikan Mobil Rental, Ternyata Caroline Butuh Uang Untuk Foya-foya |
|
|---|
| Demi Judi Online, Pria Ini Gasak Motor Tetangga, Berharap Untung Ternyata Buntung |
|
|---|
| Harga LPG Non-Subsidi Naik di Batam, Tabung 12 Kg Tembus Rp243 Ribu, Gas Melon Aman |
|
|---|
| Begal Sadis Menangis Saat Dikeroyok Warga di Batam, Ternyata Pelaku Seorang Residivis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Menteri-kkp-1.jpg)