Sabtu, 2 Mei 2026

Rakor Kemendagri di Batam

Mendagri Tito Rakor Bersama Gubernur se-Sumatera di Batam, Sinkronisasi Program

Mendagri Tito Karnavian pimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintahan bersama Gubernur se-Sumatera yang digelar di Swiss-Belhotel Batam, Minggu (21/9)

Tayang:
Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
Ian Sitanggang
RAKOR - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pimpin rakor pemerintahan bersama gubernur se-Sumatera di Aula Swiss-Belhotel Harbour Bay, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (21/9/2025). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintahan se-wilayah Sumatra yang digelar di Aula Swiss-Belhotel Harbour Bay, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (21/9/2025). 

Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi pusat dan daerah serta menyinkronkan program pembangunan lintas wilayah.

Turut hadir Ketua Komisi III DPR RI Rifqinizamy Karsayuda, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Tommy Andana, serta Gubernur Kepri Ansar Ahmad selaku tuan rumah.

Sejumlah gubernur dari berbagai provinsi di Sumatera juga hadir. Di antaranya Gubernur Jambi H. Al Haris, Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi, Gubernur Riau Abdul Wahid, Gubernur Sumatra Utara Bobby Afif Nasution, Gubernur Bangka Belitung Hidaya Arsani, dan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan.

Adapun Gubernur Aceh diwakili Wakil Gubernur Fadhlullah, Gubernur Sumatra Selatan diwakili Sekda Provinsi, serta Gubernur Lampung diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik.

Selain para gubernur, seluruh wali kota dan bupati se-Kepri juga ikut serta, termasuk Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura.

Dalam sambutannya, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat terhadap potensi Batam sebagai pintu gerbang ekspor ke Singapura. 

Ansar menjelaskan, di Batam telah diresmikan Gedung Sumatera yang difungsikan sebagai Hub Expo Center untuk memasarkan produk unggulan dari seluruh provinsi di Sumatra.

“Lokasi ini sangat potensial untuk mempromosikan hasil daerah se-Sumatra agar bisa diekspor ke Johor dan Singapura,” ujar Ansar.

Menurutnya, kebutuhan pangan di Singapura terus meningkat, setelah berkurangnya pasokan pangan dari Johor.

Hal ini menjadi peluang besar bagi daerah-daerah di Sumatera untuk memasok kebutuhan ekspor, terutama sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

“Food Security Agency Singapura bahkan sudah beberapa kali bertemu dengan kami, dan mereka menyatakan kebutuhan besar terhadap pasokan makanan dari Kepri. Saat ini kita baru mampu mengekspor sekitar 6.000 ton tanaman hidroponik, dan itu baru memenuhi kebutuhan dua hingga tiga mal saja di Singapura,” ujar Ansar.

Ansar juga menyebutkan tahun lalu, Kepri berhasil mengekspor 1,5 juta ekor ayam hidup ke Singapura melalui Bintan. 

Namun potensi lain, seperti telur, ikan, sayur-mayur, hingga komoditas perkebunan, masih sangat terbuka untuk ditingkatkan.

Ansar juga meminta izin kepada Mendagri untuk membawa para gubernur se-Sumatera bertemu langsung dengan Duta Besar RI untuk Singapura serta Food Security Agency Singapura. 

Tujuannya, agar terbangun kerja sama yang lebih konkret terkait ekspor bahan pangan dan produk unggulan Sumatera.

“Dengan dukungan pemerintah pusat, kita berharap wilayah Sumatera bisa menjadi penyedia utama kebutuhan ekspor bagi Singapura. Hal ini tidak hanya memperkuat ekonomi Kepri, tetapi juga meningkatkan daya saing seluruh provinsi di Sumatera,” kata Ansar. (Tribunbatam.id/Pertanian Sitanggang)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved