Minggu, 17 Mei 2026

Ajang First Fight Hadirkan 44 Fighter, Termasuk 4 Petarung Wanita yang Siap Hibur Penonton

Menariknya dalam pertandingan ini ada empat wanita yang akan bertanding. Keempat gadis ini akan memperlihatkan

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Eko Setiawan
Tribunbatam.id
Dua Petarung Wanita yang akan bertanding di ajang First Fight di First Club Batam pada 25–26 September 2025. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Untuk pertama kalinya, ajang pertarungan bergengsi bertajuk First Fight akan digelar di First Club Batam pada 25–26 September 2025.

Sebanyak 44 atlet fighter dari berbagai daerah di Indonesia siap bertanding dalam tiga kelas utama, yakni Freestyle Fighter, K-One Rules, dan Hybrid Striking.

Menariknya dalam pertandingan ini ada empat wanita yang akan bertanding. Keempat gadis ini akan memperlihatkan kepiawaiannya dalam aksi pertarungan nantinya.

Presiden ISKA Indonesia, Mustadi Anetta, menegaskan bahwa gelaran First Fight bukan sekadar pertandingan, melainkan momentum penting dalam membangun komunitas dan mengangkat level olahraga bela diri ke ranah nasional bahkan internasional.

“Ajang ini memperebutkan Sabuk First Fight yang sangat bergengsi, diikuti para fighter kelas atas Indonesia. Kami ingin menjadikan Batam sebagai tuan rumah yang mampu melahirkan petarung-petarung berkelas,” ujar Mustadi.

Ia menambahkan, ISKA (International Sport Kickboxing Association) tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga mengedepankan nilai sportainment. Dengan sistem peringkat nasional yang berlaku sama di seluruh Indonesia, event seperti ini akan menjadi jalur lahirnya juara nasional yang diakui secara resmi.

“ISKA sudah hadir di 15 provinsi, termasuk Bali, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Kini, Batam juga menjadi bagian penting dalam peta perkembangan kickboxing nasional,” katanya.

Sementara itu, perwakilan First Club, Bos Man, menyebutkan bahwa gelaran First Fight diinisiasi langsung oleh First Club Batam. Pihaknya berkomitmen menjadikan event ini agenda rutin untuk membuka ruang lebih luas bagi para fighter, khususnya dari Kepulauan Riau.

“First Fight menampilkan petarung profesional, tapi sekaligus menjadi sarana positif bagi generasi muda. Mereka yang memiliki bakat bela diri bisa menyalurkannya di atas ring, bukan lewat kekerasan di jalanan,” ungkap Bos Man.

Ia menegaskan, ajang ini tidak hanya tentang kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya mencetak atlet berprestasi dari Kepri untuk Indonesia.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved