DERMAGA UTARA BATU AMPAR
Modus Korupsi Dermaga Batu Ampar Batam: Laporan Fiktif, Data Bocor hingga Fee Siluman
Audit investigatif BPK RI menemukan adanya laporan pekerjaan yang tidak sesuai dengan realisasi di lapangan terkait proyek dermaga Batu Ampar Batam
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM. id – Polda Kepulauan Riau (Kepri) mengungkap berbagai modus licik yang digunakan tujuh tersangka, dalam kasus dugaan korupsi proyek revitalisasi kolam Dermaga Utara Pelabuhan Batu Ampar Batam.
Akibat praktik ini, negara ditaksir merugi hingga Rp30,06 miliar. Uang itu dibagi-bagi pelaku sesuai kesepakatan pembagian, dengan temuan peruntukan sementara digunakan untuk kebutuhan hidup para tersangka.
Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin, menjelaskan para tersangka berasal dari unsur penyedia jasa konstruksi, konsultan perencana, hingga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
“Kerugian negara mencapai Rp30 miliar lebih. Modusnya beragam, mulai dari laporan fiktif, mark-up, hingga pembocoran data rahasia proyek,” ujar Asep dalam konferensi pers di Mapolda Kepri, Rabu (1/10/2025).
Audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menemukan adanya laporan pekerjaan yang tidak sesuai dengan realisasi di lapangan.
Tersangka IMA, kuasa dari konsorsium penyedia, diketahui membuat laporan fiktif terkait volume pengerjaan dan pemasangan batu kosong.
Meski pekerjaan tidak sesuai kontrak, pembayaran proyek tetap berjalan hingga termin kelima senilai Rp63,6 miliar.
Peran kunci lain dijalankan IMS, Komisaris PT Indonesia Timur Raya (ITR). Ia diduga mengendalikan aliran dana proyek untuk kepentingan pribadi.
Bahkan, aliran dana itu juga mengucur ke pihak lain, termasuk pejabat berwenang di BP Batam.
Dua direktur utama konsorsium, ASA (PT MUS) dan AHA (PT DRB), menerima fee sebesar 1,5 persen dari nilai kontrak atau sekitar Rp1 miliar lebih. Padahal, keduanya sama sekali tidak melaksanakan pekerjaan proyek.
Sementara itu, tersangka Aris Muajib selaku PPK BP Batam, dinilai lalai mengawasi jalannya proyek.
Ia tidak melakukan tindakan korektif meski terjadi pergantian alat, dan bahkan tidak membuat adendum kontrak.
Tak berhenti di situ, Aris juga disebut-sebut menerima aliran dana sekitar Rp1 miliar dari IMS.
Modus lain dilakukan IRS, Direktur PT Teralis Erojaya (TOJ) selaku konsultan perencana. IRS menyerahkan data teknis rahasia proyek kepada pihak penyedia untuk memenangkan tender. Sebagai kompensasi, ia menerima Rp500 juta. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)
Multiangle
breaking news batam hari ini
TribunBreakingNews
breaking news
Dermaga Batu Ampar
Kapolda Kepri
Irjen Pol Asep Safrudin
Batam
kasus korupsi di Batam
| I Made Sudarta dan Aris Muajib Jadi Sorotan Saat Tahap II Kasus Korupsi Dermaga Batu Ampar |
|
|---|
| Polda Kepri Serahkan 7 Tersangka Korupsi Revitalisasi Pelabuhan Batu Ampar Batam ke Kejati |
|
|---|
| Korupsi Pelabuhan Batu Ampar di Batam Akhirnya P21, Polda Kepri Bidik Kasus Korupsi Lainnya |
|
|---|
| Korupsi Batu Ampar Batam, Tersangka Baru Kembalikan Rp1,6 Miliar dari Kerugian Rp30 M |
|
|---|
| Aset Tersangka Korupsi Dermaga Batu Ampar Batam Terdeteksi hingga Papua, Banyak Jadi Agunan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Tujuh-tersangka-digiring-Polisi.jpg)