Human Interest Story
Janji Ajis Pemulung di Batam Berjibaku dari Gunungan Sampah: Cukup Saya, Anakku Harus Sekolah
Bagi sebagian orang, tumpukan plastik itu mungkin menjijikkan. Tapi bagi Ajis (47) setiap botol bekas adalah secercah harapan untuk sembilan anaknya.
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, BATAM – Di balik gunungan sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tersimpan kisah manusia yang berjuang untuk hidup.
Bagi sebagian orang, tumpukan plastik dan logam itu mungkin menjijikkan.
Tapi bagi Ajis (47) setiap botol bekas adalah secercah harapan untuk sembilan anaknya yang menunggu di rumah.
Panas terik siang itu tak menyurutkan langkah Ajis.
Dengan tangan telanjang, ia mengais tumpukan sampah, memisahkan plastik dari logam dengan ketelitian luar biasa.
Keringat bercucuran, kaus lusuhnya menempel di tubuh.
“Kalau saya tidak sambilan turun mulung, siapa lagi? Anak-anak tetap butuh sekolah, butuh makan,” ujarnya lirih kepada TribunBatam.id, Jumat (3/10).
Ajis merantau dari Gorontalo ke Batam sejak 1996.
Awalnya, ia bekerja sebagai petugas kebersihan.
Namun tujuh tahun terakhir, kondisi ekonomi yang kian sulit memaksanya menyambi sebagai pemulung di sela waktu kerjanya.
Istrinya tidak bekerja. Sementara sembilan anaknya harus tetap makan dan bersekolah.
“Kadang turun pagi, kadang siang, tergantung kondisi. Barang incarannya cuma botol plastik, kardus, atau tutup botol itu lumayan mahal,” tuturnya sambil menepuk-nepuk karung besar di punggungnya.
Tangan Ajis penuh goresan. Luka kecil sudah tak terhitung lagi.
Potongan kaca dan besi tajam adalah risiko yang selalu mengintai setiap kali ia turun ke gunungan sampah.
“Hal biasa itu luka. Turun trip luka, mulung juga luka. Kalau nggak gitu, dapur nggak ngebul,” katanya pasrah.
| Kisah Rosyid, Perantau dari Sukabumi Bertahan Hidup di Natuna Lewat Es Cincau Hijau |
|
|---|
| Muhammad Iman Sukses Hasilkan Kopi Sendiri di Bintan |
|
|---|
| Kisah Pilu Jos Bocah SD Hidup Tanpa Ayah dan Ibu Tinggal di Rumah Berdinding Bambu |
|
|---|
| Kisah Pilu Yoga Kurir di Pelambang, Motor Dicuri Harus Ganti 138 Paket dan Terancam Dipecat |
|
|---|
| Kisah Pilu Guru Honorer di Karimun 3 Bulan Belum Terima Gaji, Fitriawati: Tak Lebaran Kami Tahun Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Pemulung-mengumpulkan-barang-bernilai-jual-di-TPA-Punggur-Batam.jpg)