Batam Terkini
Groundbreaking 80 Gerai dan Gudang KMP se Indonesia, Dua Ada di Kota Batam
Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) bersama sejumlah kementerian dan lembaga menggelar groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan
Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Program besar penguatan ekonomi desa melalui Koperasi Merah Putih (KMP) resmi memasuki tahap pembangunan fisik.
Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) bersama sejumlah kementerian dan lembaga menggelar groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan 80 ribu gerai dan gudang KMP secara serentak, Jumat (17/10/2025).
Acara pusat digelar di Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, dipimpin langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono, didampingi Menteri Desa Yandri Susanto, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, serta Dirut Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota.
Menariknya, dari total 80 ribu lokasi yang akan dibangun, dua di antaranya berada di Kota Batam, yakni di Kelurahan Sambau dan Kelurahan Sei Lekop.
Peletakan batu pertama di Batam dipimpin langsung oleh Dandim 0316/Batam Letkol Arh Yan Eka Putra, pembangunan di dua titik tersebut akan menggabungkan konsep gerai dan gudang dalam satu area.
“Di depan akan dibangun gerainya, dan di belakangnya ada gudang. Nantinya koperasi bisa menyesuaikan fungsinya sesuai kebutuhan masyarakat setempat,” kata Yan Eka Putra.
Putra menambahkan, target penyelesaian pembangunan fisik hanya tiga bulan, dengan estimasi rampung pada akhir Januari 2026.
“Luas lahan minimal yang disyaratkan 1.000 meter persegi, tapi di Batam kita bahkan punya sekitar 40 x 60 meter, jadi lebih luas dari standar,” jelasnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Batam, Salim, menyampaikan bahwa saat ini sudah ada dua KMP aktif di Batam, yaitu di Pulau Buluh dan Batam Lestari.
“Selain itu, ada empat kelurahan lain yang sudah melaksanakan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) koperasi, dan proposal bisnisnya sudah siap,” ujarnya.
Menurut Salim, pihaknya kini tengah mempercepat proses realisasi melalui kerja sama dengan perusahaan swasta yang bersedia mendanai sementara dengan pola konsinyasi.
“Skema ini sudah berjalan di dua kelurahan. Selasa depan, kami juga akan menggelar pertemuan dengan 21 koperasi untuk memperkuat kemitraan. Nanti akan dilakukan penandatanganan MoU atau perjanjian Kerja sama (PKS) antara mitra dan 11 KMP yang siap bermitra,” kata Salim.
Salim menambahkan, pembangunan gerai di Batam merupakan bagian dari program nasional pembangunan 80 ribu KMP di seluruh Indonesia.
“Ini baru tahap awal, dan Batam menjadi salah satu daerah yang diprioritaskan karena kesiapan lahan serta potensi ekonomi masyarakatnya,” kata Salim.
Salim optimistis, kehadiran gerai dan gudang KMP akan membuka ruang besar bagi pelaku usaha lokal dan koperasi desa untuk tumbuh mandiri.
“Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, kami yakin Batam bisa menjadi contoh sukses pengembangan koperasi modern berbasis kebutuhan masyarakat,” kata Salim.(Ian)
| Terungkap Identitas Pria Paruh Baya yang Ditemukan Tewas di Batam, Warga Pasar Jodoh Heboh |
|
|---|
| Kasat Reskrim Polresta Barelang Raih Penghargaan Kapolda Kepri Usai Ungkap Kasus PMI Ilegal |
|
|---|
| Penemuan Mayat Pria di Batam, Ditemukan Sudah Kaku Ditumpukan Sampah Dekat Pasar Jodoh |
|
|---|
| Dari Baloi Hingga Tanjung Uncang, Jejak Pencuri Kabel PLN di Batam Dibongkar Polisi |
|
|---|
| Aksi Komplotan Rayap Besi di Batam Kian Meresahkan, Trafo 150 Kg Milik PLN Diangkut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Geai-dan-gudang-koperasimerah-putih-sei-lekop.jpg)