Selasa, 5 Mei 2026

BENCANA ALAM

Bapenda Batam Minta Pelaku Usaha Laporkan Bantuan Bencana Alam di Sumatera

Selain menyalurkan bantuan, Pemko Batam juga menunjuk Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam sebagai koordinator pengumpul sumbangan.

Tayang:
TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang
BAPENDA BATAM - Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Batam, Raja Azmansyah saat sosialisasi PDRD dan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Hotel AP Premier Batam, Jumat (5/12/2025). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam menunjukkan kepedulian terhadap korban bencana alam di sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. 

Melalui kebijakan Wali kota Batam, Amsakar Achmad, Pemko Batam menyalurkan bantuan senilai Rp 7,5 miliar untuk tiga provinsi terdampak Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

Masing-masing provinsi menerima Rp2,5 miliar sebagai bentuk solidaritas dan dukungan pemulihan pascabencana.

Selain menyalurkan bantuan, Pemko Batam juga menunjuk Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam sebagai koordinator pengumpulan sumbangan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk pelaku usaha. 

Penunjukan ini sekaligus memastikan seluruh bantuan yang dihimpun tercatat dengan baik, transparan dan tersalurkan tepat sasaran.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bapenda Kota Batam, Raja Azmansyah, saat Sosialisasi PDRD dan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Hotel AP Premier Batam, Jumat (5/12/2025)

“Sebelumnya Pemerintah Kota Batam telah menandatangani bantuan sebesar Rp7,5 miliar untuk membantu korban bencana di Pulau Sumatera. Wali kota meminta Bapenda mengoordinir setiap sumbangan tambahan dari seluruh pelaku usaha di Batam,” ujarnya.

Raja Azmansyah  menekankan seluruh bentuk sumbangan baik yang sudah disalurkan maupun yang masih direncanakan harus dilaporkan kepada Bapenda agar dapat direkap dalam laporan resmi pemerintah.

“Kami berharap seluruh pelaku usaha melaporkan sumbangan yang diberikan. Dengan pencatatan yang baik, kita bisa mengetahui total kontribusi masyarakat Batam untuk korban bencana,” katanya.

Pengumpulan donasi ini mencakup berbagai sektor, mulai dari perbankan, perhotelan, kuliner, industri, hingga komunitas sosial. 

Semua elemen yang menggalang dana diminta melapor agar bantuan yang terkumpul dapat direkonsiliasi dengan baik.

Raja menuturkan langkah ini penting agar tidak ada tumpang tindih bantuan, sekaligus menunjukkan transparansi Pemko dalam mengelola sumbangan masyarakat.

Dia juga menyampaikan kemampuan Pemko Batam menyalurkan bantuan dalam jumlah besar tidak terlepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak.

“Karena penerimaan daerah yang baik, pemerintah bisa mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan darurat termasuk bantuan kemanusiaan,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Raja menyampaikan apresiasi kepada sektor perbankan dan dunia usaha yang selama ini mendukung upaya elektronifikasi keuangan daerah, sehingga sistem pendataan dan pelaporan donasi kini semakin tertata.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved