Banjir di Batam

Banjir di Batam Bikin Gusar Warga Sekupang Gegara Parit Tersumbat, DPRD Batam Cek Lokasi

Banjir di Batam saat hujan deras bikin gusar warga Kecamatan Sekupang. Mereka menyinggung SMAN 29 dan kondisi drainase permukiman mereka.

|
TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang
BANJIR DI BATAM - Anggota Komisi III DPRD Batam, Risky Aji Perdana saat meninjau lokasi banjir di RT 07/RW10, Kelurahan Tiban Indah, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin (15/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Banjir di Batam dilaporkan terjadi pada sejumlah wilayah di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), saat hujan deras.
  • Salah satu wilayah yang terdampak banjir di Batam berlokasi di RT 07/RW 10, Kelurahan Tiban Indah, Kecamatan Sekupang.
  • Warga menyebut, banjir di Batam karena saluran drainase yang tertutup pembangunan tembok SMAN 29 Batam.
  • Anggota DPRD Batam turun ke lokasi.

 

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Banjir di Batam terjadi pada sejumlah wilayah saat hujan deras dalam beberapa hari terakhir.

Salah satu wilayah yang terdampak banjir di Batam berlokasi di RT 07/RW 10, Kelurahan Tiban Indah, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Banjir di wilayah tersebut disebabkan saluran drainase yang tertutup saat pembangunan tembok Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 29 Batam.

Akibatnya, air hujan meluap dan menggenangi rumah-rumah warga di sekitar sekolah.

Ketua RT 07/RW 10 Tiban Indah, Wandi, mengungkap, pihaknya telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada kontraktor pembangunan sekolah.

Namun hingga kini, belum ada tindak lanjut nyata.

“Kami sudah beberapa kali komplain, tapi kontraktor selalu berdalih bahwa yang bertanggung jawab adalah kepala sekolah,” ujar Wandi.

Wandi menjelaskan, sebelum pembangunan SMAN 29 Batam, saluran drainase di lokasi tersebut berfungsi normal.

Namun saat pembangunan tembok sekolah, drainase rusak dan tertutup.

“Sekarang saluran sudah tidak ada. Setiap hujan deras, air dari lingkungan sekolah langsung mengalir ke rumah warga,” jelas Wandi.

Wandi juga mengaku telah menghubungi pihak sekolah, namun hanya mendapat janji tanpa realisasi. 

Ia berharap perbaikan segera dilakukan sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar.

“Kami mendukung penuh pembangunan sekolah. Warga juga ikut menjaga lingkungan sekolah. Tapi jangan sampai pembangunan ini merugikan masyarakat sekitar,” katanya.

Menurutnya, jika kondisi tersebut terus dibiarkan, warga khawatir banjir akan semakin parah dan berpotensi memicu reaksi warga.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved