Waspada Penipuan Berkedok Pembaruan Data, Polda Kepri Ingatkan Warga Tak Mudah Klik Tautan
Polda Kepri sebut modus yang paling sering digunakan pelaku, yakni mengirimkan tautan (link) palsu yang mengatasnamakan pembaruan data resmi
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
Ringkasan Berita:
- Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepri imbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan digital bermodus tautan palsu pembaruan data
- Pelaku kerap mengatasnamakan instansi pemerintah dengan dalih pembaruan NIP, Identitas Kependudukan Digital (IKD), atau data resmi lainnya untuk mencuri data pribadi korban
- Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengklik tautan dan selalu melakukan konfirmasi melalui kanal resmi instansi terkait
BATAM, TRIBUNBATAM.id – Subdirektorat V Siber Ditreskrimsus Polda Kepri mengimbau masyarakat lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan digital yang marak terjadi belakangan ini.
Salah satu modus yang paling sering digunakan pelaku, yakni mengirimkan tautan (link) palsu mengatasnamakan pembaruan data resmi.
Modus penipuan ini gencar terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Kasubdit V Siber Polda Kepri, AKBP Arif Mahari, mengatakan pelaku penipuan kerap menyamar sebagai instansi pemerintah dan menginformasikan adanya pembaruan data, Nomor Induk Pegawai (NIP), Identitas Kependudukan Digital (IKD), maupun data kependudukan lainnya.
“Modus yang sering digunakan sampai saat ini adalah mengirimkan link dengan dalih pembaruan data. Ada yang mengatasnamakan pembaruan NIP secara online, ada juga yang mengaku dari Disdukcapil terkait IKD (Identitas Kependudukan Digital),” ujar Mahari di Mapolda Kepri di Batam, Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, korban biasanya diarahkan untuk mengisi data melalui tautan. Tanpa disadari, data pribadi yang dimasukkan justru disalahgunakan oleh pelaku.
“Biasanya link itu dikirimkan seolah-olah untuk pembaruan IKD atau data resmi lainnya. Setelah diisi, data korban kemudian diambil dan digunakan untuk hal-hal yang merugikan. Karena itu kami imbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan jangan mudah percaya,” katanya mengimbau.
Arif juga menekankan, agar masyarakat tidak langsung mengklik tautan yang dikirim melalui pesan singkat atau aplikasi percakapan, meskipun terlihat meyakinkan.
“Lebih hati-hati, jangan terlalu percaya. Kalau ragu, sebaiknya konfirmasi langsung ke instansi terkait melalui kanal resmi,” ujarnya.
Terkait adanya dugaan upaya penipuan yang menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN), pihak kepolisian masih menunggu laporan resmi dari para korban.
“Kalau untuk ASN, benar, saat ini kami masih menunggu laporan resminya,” tambah Arif.
Sebelumnya, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Batam mengaku nyaris menjadi korban penipuan digital yang menyamar sebagai pembaruan data kepegawaian.
Modus penipuan tersebut berkedok pembaruan data melalui aplikasi My ASN.
ASN berinisial N itu menceritakan, kejadian bermula saat dirinya menerima panggilan telepon dari nomor tidak dikenal.
Percakapan kemudian dilanjutkan melalui aplikasi WhatsApp.
Pelaku mengaku sebagai operator resmi My ASN.
Hal yang membuat N hampir percaya, pelaku mampu menyebutkan data pribadinya secara lengkap dan akurat, sesuai dengan data yang tercatat di Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Beruntung, N memilih untuk tidak melanjutkan proses yang diminta pelaku dan segera menyadari adanya kejanggalan.
(TribunBatam.id/bereslumbantobing)
| Marak Aksi Rayap Besi di Batam, BP Batam dan Polda Kepri Teken Pakta Integritas dengan Pelaku Scrap |
|
|---|
| Lomba Foto Peringati HUT ke-80 Bhayangkara di Polda Kepri, Total Hadiah 16 Juta Rupiah |
|
|---|
| 150 Personil Sabhara Polda Dikerahkan Turun Pantau dan Bersihkan Tumpukan Sampah Liar |
|
|---|
| Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kepri Berbagi Kasih dengan Lansia dan Anak Yatim True Love |
|
|---|
| Terkendala Anggaran, Dapur MBG Polda Kepri Berhenti Beroperasi Sementara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Ilustrasi-penipuan-wanita-berpura-meninggal-akibat-kecelakaan-gegara-utang.jpg)